Internationalmedia.co.id – News – Dubai, Uni Emirat Arab, kembali dilanda cuaca ekstrem yang menyebabkan kekacauan signifikan. Hujan lebat disertai badai petir mengubah jalanan kota metropolitan ini menjadi genangan air luas, memaksa pembatalan dan penundaan puluhan penerbangan di salah satu hub penerbangan tersibuk di dunia.
Maskapai Emirates, yang berbasis di Dubai, melaporkan pembatalan setidaknya 13 penerbangan. Situasi serupa juga terjadi di Bandara Internasional Sharjah, di mana hujan deras semalaman membangunkan warga dengan kilatan petir dan guntur yang menggelegar, berujung pada penundaan dan pembatalan jadwal penerbangan. Pemandangan tak biasa terlihat di jalan-jalan utama Sharjah pada Jumat pagi. Warga terpaksa berjalan kaki tanpa alas kaki di tengah genangan air yang tinggi, bahkan seorang pria terlihat mengayuh sepedanya dengan air mencapai bagian atas roda, menunjukkan kedalaman banjir yang signifikan.

Kejadian ini sontak membangkitkan memori pahit April 2024, ketika hujan lebat memecahkan rekor historis, menyebabkan banjir bandang yang meluas dan melumpuhkan Dubai selama beberapa hari. Kala itu, lebih dari 2.000 penerbangan dibatalkan di pusat penerbangan internasional utama Dubai, dan setidaknya empat orang dilaporkan meninggal dunia. Sebuah studi yang dirilis oleh kelompok World Weather Attribution bahkan menyimpulkan bahwa pemanasan global yang dipicu oleh emisi bahan bakar fosil ‘sangat mungkin’ memperparah curah hujan ekstrem yang melanda UEA dan Oman pada tahun lalu.
Menyikapi kondisi ini, kepolisian Dubai telah mengeluarkan imbauan agar warga tetap berada di dalam rumah kecuali untuk keperluan yang ‘benar-benar mendesak’ seiring dengan mendekatnya badai hujan. Sejak Jumat pagi, truk-truk pompa air terlihat sibuk di berbagai penjuru Dubai, berupaya membersihkan jalan-jalan yang terblokir dan mengurangi genangan air besar. Situs web Bandara Dubai juga secara jelas menunjukkan puluhan penerbangan mengalami penundaan, dengan beberapa di antaranya dibatalkan. Juru bicara Bandara Dubai mengonfirmasi, "Beberapa penerbangan… dibatalkan atau ditunda karena cuaca buruk."
Pusat Meteorologi Nasional sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi curah hujan di seluruh negeri, termasuk Dubai dan ibu kota Abu Dhabi, yang berlaku dari Kamis hingga Jumat. Dampak cuaca ekstrem ini juga terasa di negara-negara Teluk lainnya, seperti Qatar, di mana pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Arab antara Arab Saudi dan UEA terpaksa dibatalkan. Fenomena cuaca ekstrem yang berulang ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapan infrastruktur dan strategi adaptasi di wilayah gurun yang semakin sering menghadapi pola cuaca tak terduga akibat perubahan iklim global.

