Pemandangan khidmat menyelimuti Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu malam (1/8) saat sejumlah pejabat tinggi negara, tokoh masyarakat, dan pemuka agama berkumpul dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kegiatan spiritual ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar.
Suasana kian syahdu ketika Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, tiba sekitar pukul 21.10 WIB. Kehadiran Muzani disambut hangat oleh Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf yang kala itu tengah memimpin lantunan selawat. Muzani segera bergabung, khusyuk mengikuti alunan doa dan puji-pujian yang menggema di area Silang Selatan Monas, sebagaimana pantauan internationalmedia.co.id.

Selain Ketua MPR, deretan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih turut memadati acara. Terlihat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, serta Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. Kehadiran mereka ditemani oleh berbagai pemuka agama dan tokoh masyarakat, menambah semarak kebersamaan dalam doa.
Namun, ada satu sosok yang tidak dapat hadir, yakni Presiden Prabowo Subianto. Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sejatinya sangat berkeinginan untuk bergabung. "Sebelum saya melanjutkan, izinkan saya menyampaikan salam hangat dan hormat dari Bapak Presiden RI. Yang sesungguhnya beliau sangat berkeinginan untuk hadir bersama-sama kita pada malam ini," ujar Menag Nasaruddin dalam pidatonya.
Nasaruddin menambahkan bahwa tugas kenegaraan yang sangat penting menjadi alasan ketidakhadiran Presiden. "Tetapi Insyaallah mudah-mudahan tanpa mengurangi, karena beliau ada juga tugas kenegaraan yang sangat penting dan beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya," pungkasnya, memastikan bahwa semangat kebersamaan dan doa tetap terasa meskipun tanpa kehadiran fisik Kepala Negara.
