Ketua MPR RI Ahmad Muzani baru-baru ini menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang berlangsung khidmat di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, Muzani menyampaikan harapan mendalam agar seluruh elemen bangsa Indonesia senantiasa bersatu dan terhindar dari segala bentuk perpecahan yang dapat mengancam keutuhan negara. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa kehadiran Muzani menandai komitmen para pemimpin dalam mendoakan keberkahan bangsa.
Di tengah suasana spiritual yang kental di Silang Selatan Monas, Muzani mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya zikir dan doa. "Kita baru saja menyampaikan zikir dan doa. Mudah-mudahan semua zikir, doa, dan selawat diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala," ujarnya. Ia menambahkan, "Dengan doa dan zikir ini, mudah-mudahan Indonesia tetap dalam keadaan utuh. Mudah-mudahan kita tetap dipersatukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala."

Lebih lanjut, Muzani juga memanjatkan doa agar perjalanan bangsa Indonesia selalu diberkahi dan dijauhkan dari segala bentuk malapetaka. "Mudah-mudahan barokah Allah terus menyertai kita semuanya, dan mudah-mudahan kita dihindari dari perpecahan, dijauhkan dari malapetaka dan bahaya, dijauhkan dari segala macam godaan-godaan yang berat," tuturnya, menekankan pentingnya persatuan dan perlindungan ilahi bagi masa depan bangsa.
Tidak hanya untuk rakyat, doa Muzani juga tercurah bagi para pemimpin bangsa. Ia berharap agar Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga kesehatan dan umur para pemimpin. "Mudah-mudahan pemimpin kita dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, kesehatannya, umurnya, dan mudah-mudahan kita semua sebagai rakyat dan bangsa Indonesia dijaga keberkahannya dan ridha-Nya," pungkasnya, menggarisbawahi harapan akan kepemimpinan yang kuat dan diberkahi.
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Kabinet Merah Putih. Tampak hadir Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Wamendiktisaintek Stella Christie, serta berbagai pemuka agama dan tokoh masyarakat lainnya, menunjukkan dukungan lintas sektoral terhadap doa kebangsaan ini.
