Internationalmedia.co.id – News – Kyiv telah mengajukan proposal perdamaian komprehensif kepada Rusia dengan tujuan mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Namun, sorotan utama dari dokumen yang diuraikan oleh Presiden Volodymyr Zelensky ini adalah dominasinya permintaan modal dan investasi besar-besaran untuk rekonstruksi serta pembangunan kembali Ukraina pasca-perang.
Dilansir dari laporan AFP yang diterima internationalmedia.co.id, proposal ini tidak hanya mencakup poin-poin perdamaian inti, tetapi juga akan diperkuat dengan perjanjian bilateral tambahan antara Amerika Serikat dan Ukraina, khususnya mengenai jaminan keamanan dan upaya rekonstruksi. Meskipun draf lengkap dokumen belum dipublikasikan, Zelensky telah memaparkan 20 poin krusial dalam sebuah pengarahan kepada jurnalis.

Dari ke-20 poin tersebut, sejumlah besar di antaranya secara eksplisit menyoroti kebutuhan finansial dan ekonomi yang masif. Ukraina mengusulkan pembentukan Dana Pembangunan Ukraina yang dirancang untuk berinvestasi di sektor-sektor berteknologi tinggi seperti teknologi, pusat data, dan kecerdasan buatan. Amerika Serikat dan perusahaan-perusahaan AS diharapkan berperan aktif dalam pemulihan, pengembangan, modernisasi, dan pengoperasian infrastruktur gas Ukraina, termasuk jalur pipa dan fasilitas penyimpanannya. Bank Dunia juga diminta untuk menyediakan paket pembiayaan khusus untuk mempercepat upaya ini.
Lebih lanjut, proposal tersebut menyerukan pembentukan dana modal dan hibah bersama oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, dengan target ukuran USD 200 miliar, untuk investasi yang transparan dan efektif di Ukraina. Kyiv juga menuntut kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan perang dan berjanji akan menerapkan standar global terbaik untuk menarik investasi asing langsung. Sebuah kelompok kerja tingkat tinggi, termasuk penunjukan seorang pemimpin keuangan global terkemuka sebagai administrator kemakmuran, akan dibentuk untuk mengelola rencana pemulihan strategis ini.
Selain aspek finansial, proposal ini juga menegaskan kembali kedaulatan Ukraina dan mengusulkan perjanjian non-agresi penuh dan tanpa syarat antara Rusia dan Ukraina. Jaminan keamanan yang kuat menjadi poin krusial, di mana AS, NATO, dan negara-negara Eropa akan memberikan jaminan yang mencerminkan Pasal 5 NATO. Ini berarti jika Rusia menyerang Ukraina, sanksi global akan diberlakukan kembali, dan jika Ukraina menyerang Rusia tanpa provokasi, jaminan keamanan akan batal.
Mengenai wilayah, proposal mengakui garis penempatan pasukan saat ini di Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson sebagai garis kontak de facto. Rusia juga diminta menarik pasukannya dari wilayah Dnipropetrovsk, Mykolaiv, Sumy, dan Kharkiv agar perjanjian ini berlaku. Pasukan internasional akan ditempatkan di sepanjang garis kontak untuk memantau kepatuhan, dan pembentukan zona ekonomi khusus di masa depan akan memerlukan persetujuan parlemen atau referendum Ukraina.
Poin-poin lain yang disorot termasuk keanggotaan Ukraina di Uni Eropa dalam jangka waktu tertentu, status non-nuklir Ukraina sesuai Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir, serta pengoperasian bersama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia oleh Ukraina, AS, dan Rusia. Pembentukan komite kemanusiaan juga diusulkan untuk pertukaran tawanan perang secara menyeluruh, pengembalian semua warga sipil dan sandera, termasuk anak-anak dan tahanan politik. Proposal ini juga mencakup janji untuk mengadakan pemilihan sesegera mungkin setelah kesepakatan ditandatangani dan akan diawasi oleh Dewan Perdamaian yang disebutkan akan dipimpin oleh Presiden Trump, dengan sanksi yang akan diterapkan jika terjadi pelanggaran.
Dengan tuntutan yang signifikan, terutama dalam hal pembiayaan dan jaminan keamanan yang kuat, proposal perdamaian Ukraina ini menempatkan beban besar pada negosiasi di masa depan. Implementasinya akan sangat bergantung pada kesediaan semua pihak, khususnya Rusia, untuk menyetujui kerangka kerja yang ambisius ini demi tercapainya gencatan senjata penuh dan perdamaian jangka panjang.

