Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, telah mengumumkan keadaan darurat nasional menyusul serangkaian insiden yang disebut pemerintahannya sebagai "agresi militer yang sangat serius" oleh Amerika Serikat terhadap ibu kota Caracas. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, keputusan ini diambil pada Sabtu (3/1) setelah serangkaian ledakan mengguncang kota.
Pada dini hari Sabtu (3/1), warga Caracas dikejutkan oleh setidaknya tujuh ledakan keras dan suara pesawat terbang rendah yang melintas di atas kota. Sejumlah video yang beredar luas menunjukkan kepulan asap tebal membubung ke udara dari beberapa lokasi berbeda, termasuk dari area Bandara La Carlotta, menambah ketegangan di tengah ketidakpastian.

Pemerintahan Maduro, dalam pernyataan resminya yang dikutip oleh AFP dan CNN, mengecam keras tindakan ini sebagai "agresi militer yang sangat serius dan berat". Mereka secara eksplisit menuduh pemerintah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap wilayah Caracas, serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. "Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional, agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Hingga kini, Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan yang dilontarkan Venezuela. Namun, laporan dari media-media terkemuka AS seperti CBS News dan Fox News, mengutip sejumlah pejabat pemerintah AS yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi keterlibatan militer AS di balik rentetan serangan yang terjadi di ibu kota Venezuela tersebut.
Menanggapi situasi genting ini, Presiden Maduro dilaporkan telah menandatangani penetapan "keadaan darurat eksternal". Ia juga memerintahkan implementasi penuh "semua rencana pertahanan nasional pada waktu yang tepat dan dalam keadaan yang tepat", menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi ancaman yang dirasakan.
Pemerintah Venezuela juga menyerukan kepada para pendukungnya dan seluruh kekuatan sosial serta politik di negara itu untuk turun ke jalanan. "Rakyat turun ke jalan!" demikian seruan pemerintah, mendesak mobilisasi massa untuk menolak apa yang mereka seistilahkan sebagai "serangan imperialis". Pernyataan tersebut menekankan pentingnya "kesatuan militer-polisi-rakyat yang sempurna" untuk menjamin kedaulatan dan perdamaian negara.
Lebih lanjut, Venezuela berencana untuk mengajukan aduan resmi kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sekretaris Jenderal PBB, dan berbagai badan internasional lainnya. Langkah ini diambil untuk menuntut kecaman terhadap tindakan yang dituduhkan kepada Amerika Serikat, membawa isu ini ke forum global.
