Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Berita Mengejutkan Dunia: Biden Kecam Trump, Gaza Terancam
Trending Indonesia

Berita Mengejutkan Dunia: Biden Kecam Trump, Gaza Terancam

GunawatiBy Gunawati19-04-2025 - 04.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Berita Mengejutkan Dunia: Biden Kecam Trump, Gaza Terancam
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan lima berita internasional paling mengejutkan hari ini. Joe Biden, dalam pidato pertamanya pasca lengser, melontarkan kritik pedas terhadap pemerintahan Donald Trump. Biden menyebut pemerintahan Trump telah menimbulkan kerusakan besar dalam waktu singkat, bahkan menyebut pemotongan anggaran yang mengakibatkan 7000 karyawan Jaminan Sosial kehilangan pekerjaan.

Di sisi lain, situasi di Jalur Gaza semakin mencekam. Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Hussam Abu Safiya, ditahan Israel sejak Desember lalu dalam kondisi yang disebut pengacaranya sebagai "tidak manusiawi". Abu Safiya, yang dikenal karena mendokumentasikan dampak serangan Israel tahun lalu, diduga menjadi target intimidasi fisik dan psikologis.

Berita Mengejutkan Dunia: Biden Kecam Trump, Gaza Terancam
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tensi antara AS dan China juga meningkat. China menegaskan tidak takut perang dagang dengan AS, namun mendesak AS untuk menghentikan tekanan dan ancaman, serta berdialog dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan. Beijing menganggap AS sebagai pihak yang memulai perang tarif.

Di Peru, mantan Presiden Ollanta Humala dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas kasus korupsi yang melibatkan perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Humala dan istrinya terbukti bersalah atas pencucian uang karena menerima donasi ilegal.

Terakhir, pemerintahan Trump berencana mengurangi jumlah pasukan AS di Suriah menjadi sekitar 1000 personel. Rencana ini akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang, menyusul pengakuan sebelumnya tentang jumlah pasukan AS yang jauh lebih besar di Suriah.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Peringatan Mengejutkan Trump Iran Dalam Bahaya

10-01-2026 - 23.00

Trump Bikin Dunia Bergetar Iran Korut Meksiko Greenland

10-01-2026 - 21.15

Iran Bergejolak Militer Turun Tangan

10-01-2026 - 21.00

Efek Penangkapan Maduro Puluhan Warga Nikaragua Ditahan

10-01-2026 - 18.45

Negeri Es Ini Tak Sudi Jadi Bagian Amerika Serikat

10-01-2026 - 18.00

Pyongyang Murka Drone Mata Mata Terungkap

10-01-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.