Banjir bandang dahsyat yang menerjang Texas, Amerika Serikat, menyisakan duka mendalam. Internationalmedia.co.id melaporkan, Presiden Donald Trump menyebut bencana ini sebagai peristiwa mengerikan yang tak terbayangkan. Jumlah korban tewas terus bertambah dan kini mencapai angka 80 jiwa, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.
"Ini bencana seratus tahunan, dan sangat mengerikan untuk disaksikan," ungkap Trump kepada wartawan, seperti dikutip dari kantor berita AFP. Trump berencana mengunjungi Texas dalam waktu dekat, kemungkinan pada Jumat mendatang. Ia menolak berkomentar mengenai dugaan dampak pemotongan dana pemerintah terhadap Badan Cuaca Nasional dan lembaga federal lainnya terhadap kemampuan peringatan dini bencana.

Data dari CNN menunjukkan lonjakan korban jiwa. Sheriff Kerr County, Larry Leitha, mengonfirmasi penambahan korban tewas di beberapa wilayah Texas. Rinciannya, 68 kematian terjadi di Kerr County, 5 di Travis County, 3 di Burnet County, 2 di Kendall County, dan masing-masing 1 kematian di Tom Green dan Williamson County. Yang lebih menyayat hati, di Kerr County, 40 korban tewas merupakan orang dewasa dan 28 lainnya anak-anak.
Menurut laporan Reuters, banjir bandang terjadi secara tiba-tiba pada Jumat pagi waktu setempat. Hujan deras yang melampaui prediksi menyebabkan sungai meluap dengan cepat. Rob Kelly, pejabat Kerr County, menyatakan kejadian ini di luar perkiraan. "Kami tahu sungai akan meluap, tapi tidak ada yang menyangka separah ini," ujarnya. Layanan Cuaca Nasional AS menyatakan keadaan darurat banjir bandang di Kerr County sebagian besar telah berakhir. Hujan Jumat lalu mencapai setengah dari total curah hujan tahunan wilayah tersebut.
Kerr County, yang terletak di Texas Hill Country, merupakan daerah pedesaan dengan medan terjal, kota-kota bersejarah, dan tempat wisata. Letnan Gubernur Texas, Dan Patrick, menyebutkan sejumlah pengunjung yang belum diketahui jumlah pastinya tengah merayakan Hari Kemerdekaan di tepi sungai sebelum banjir terjadi. Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi Texas dan Amerika Serikat.
