Indonesia kini semakin menunjukkan taringnya di kancah perdagangan internasional, khususnya untuk komoditas bawang merah. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pasokan bawang merah di dalam negeri telah terpenuhi, bahkan surplus, membuka jalan bagi ekspansi pasar ekspor yang lebih luas. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, langkah ini menjadi bukti nyata kemampuan produksi petani lokal yang tidak hanya mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga siap bersaing di pasar regional.
Pernyataan optimis ini disampaikan Zulhas saat secara langsung melepas keberangkatan kontainer bawang merah asal Brebes menuju Thailand. Acara pelepasan tersebut berlangsung di fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS) pada Sabtu lalu, menandai babak baru bagi komoditas strategis ini. "Kita patut bersyukur, kebutuhan bawang merah di tanah air sudah aman terkendali," ujar Zulhas. "Sekarang, fokus kita adalah mendorong peningkatan produksi agar para petani mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan tentu saja, harga yang lebih baik, termasuk melalui jalur ekspor."

Brebes, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, memang dikenal sebagai salah satu lumbung bawang merah nasional. Kontribusinya tak main-main, menyumbang sekitar 20% dari total produksi bawang merah nasional dan mendominasi 60% produksi Jawa Tengah. Dengan luas tanam rutin mencapai 30.000 hingga 35.000 hektare, Brebes mampu menghasilkan sekitar 300.000 hingga 350.000 ton bawang merah setiap tahunnya. Keberhasilan ekspor ini bukan yang pertama, sebelumnya bawang merah Brebes juga telah menembus pasar negara-negara ASEAN lainnya seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura.
Menyikapi dinamika pasar, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan berkomitmen untuk menjaga keseimbangan krusial antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di dalam negeri, seiring dengan upaya perluasan pasar ekspor. Zulhas menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjamin kesejahteraan petani. "Jangan sampai petani sudah berpeluh memproduksi banyak, tapi kemudian tidak ada pasar yang menyerap. Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan adanya pasar, baik di tingkat domestik maupun internasional," tegasnya.
Selain itu, penyerapan bawang merah hasil panen petani juga akan didorong untuk mendukung program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN), yang diharapkan dapat memperkuat pasar domestik secara signifikan. Ke depan, pemerintah berencana untuk terus memperkuat sektor perbenihan dan meningkatkan produktivitas, termasuk mengurangi ketergantungan pada bibit impor demi menghasilkan bawang merah dengan kualitas ekspor premium. Dengan segala upaya ini, bawang merah Brebes diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga ikon komoditas pertanian Indonesia yang semakin kokoh di panggung global melalui penguatan produksi, penetrasi pasar, dan tata kelola yang efektif.
