Internationalmedia.co.id melaporkan, tegangan antara India dan Pakistan yang kian memanas membuat Amerika Serikat (AS) turun tangan. Menlu AS, Marco Rubio, langsung menghubungi Menlu India dan Pakistan secara terpisah. Bukan hanya itu, Rubio bahkan melakukan kontak langka dengan Panglima Militer Pakistan, Jenderal Asim Munir, sebuah langkah yang menunjukkan keprihatinan mendalam AS terhadap situasi yang kian genting ini.
Dalam percakapan telepon tersebut, Rubio mendesak kedua negara untuk segera membuka jalur komunikasi langsung. Tujuannya? Mencegah miskalkulasi yang berpotensi memicu konflik berskala besar, mengingat kedua negara sama-sama memiliki senjata nuklir. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, menegaskan bahwa Rubio menekankan pentingnya de-eskalasi dan pemulihan komunikasi untuk menghindari kesalahan perhitungan yang fatal.

Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat tajam setelah serangan bersenjata di Kashmir akhir April lalu yang menewaskan sedikitnya 26 orang. India menuduh Pakistan berada di balik serangan tersebut, tuduhan yang dibantah keras oleh Islamabad. Akibatnya, India melancarkan serangan balasan ke wilayah Pakistan, yang kemudian dibalas oleh Pakistan dengan serangan drone. Situasi ini semakin runyam dengan klaim Islamabad bahwa India telah menembakkan rudal ke tiga pangkalan udaranya.
Rubio menawarkan bantuan AS untuk memfasilitasi dialog konstruktif antara India dan Pakistan. Langkah diplomasi AS ini menjadi sangat krusial di tengah ancaman nyata konflik yang dapat berdampak regional dan internasional. Dunia internasional pun menantikan langkah konkret dari kedua negara untuk meredakan ketegangan dan mencegah terjadinya perang nuklir.
