Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali membuat pernyataan kontroversial. Ia mengklaim pasukan AS telah melancarkan serangan terbaru terhadap sebuah kapal yang diduga kuat membawa narkoba ilegal di perairan Venezuela pada Sabtu (4/10) malam. Tak hanya itu, Trump juga menegaskan bahwa Washington akan memperluas operasi pemberantasan narkoba hingga ke daratan.
"Dalam beberapa pekan terakhir, Angkatan Laut telah mendukung misi kami untuk sepenuhnya menghancurkan kartel teroris… kami melancarkan satu serangan lagi tadi malam. Sekarang kami tidak dapat menemukan yang lainnya," ujar Trump saat berpidato di pangkalan Angkatan Laut Norfolk, Virginia, Minggu (5/10) waktu setempat, seperti dikutip dari Reuters.

Trump menduga bahwa para pelaku penyelundupan narkoba kini beralih jalur ke darat. "Mereka tidak lagi datang lewat laut, jadi sekarang kita harus mulai mencari di daratan karena mereka akan dipaksa untuk bergerak lewat daratan," imbuhnya.
Belum ada konfirmasi apakah pernyataan Trump ini merujuk pada serangan yang sama yang sebelumnya diumumkan oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Jumat (3/10). Serangan sebelumnya dikabarkan menewaskan empat orang.
Pemerintah Venezuela belum memberikan tanggapan resmi atas klaim serangan terbaru ini. Namun, Presiden Nicolas Maduro segera merilis pesan video melalui Telegram, mengecam agresi AS terhadap negaranya. Maduro menegaskan bahwa Venezuela siap menerima dukungan diplomatik dan tidak akan gentar menghadapi ancaman apapun.
"Rakyat kami tidak pernah dan tidak akan pernah takut untuk membela hak mereka untuk hidup dan bebas. Kami akan siap menghadapi skenario apa pun," tegas Maduro dalam pesannya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, telah memberikan "pernyataan dukungan dan solidaritas penuh" kepada Caracas melalui percakapan telepon. Maduro juga dikabarkan telah mengirim surat kepada Paus Leo XIV, meminta dukungan untuk "memperkuat perdamaian di Venezuela".
Hegseth sendiri mengklaim memiliki otorisasi penuh untuk melancarkan serangan di kawasan Karibia dalam sebuah wawancara dengan Fox News. Ketegangan antara AS dan Venezuela semakin memanas, memicu kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih besar di kawasan tersebut.
