Internationalmedia.co.id melaporkan data mengejutkan dari PBB terkait konflik di Gaza. Kantor HAM PBB mencatat setidaknya 613 warga sipil tewas di titik-titik distribusi bantuan kemanusiaan dan sekitar konvoi bantuan di Jalur Gaza. Angka mengerikan ini tercatat hingga 27 Juni 2025, dan diperkirakan terus bertambah mengingat masih terjadi insiden serupa hingga saat ini.
Ravina Shamdasani, juru bicara Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, menyampaikan informasi tersebut kepada wartawan di Jenewa. Ia menekankan bahwa PBB belum dapat memastikan pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal tersebut. Namun, Shamdasani mengakui adanya bukti militer Israel menyerang warga Palestina yang berupaya mengakses titik-titik distribusi bantuan yang dikelola Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yang didukung AS dan Israel.

PBB kesulitan menentukan jumlah pasti korban yang tewas di lokasi GHF dan di sekitar konvoi bantuan. Data yang dikumpulkan melalui proses pemeriksaan standar, menurut Shamdasani, belum tentu merepresentasikan gambaran lengkap situasi di lapangan. Keterbatasan akses bagi tim PBB ke wilayah konflik membuat pengumpulan data yang akurat menjadi sangat sulit. "Kita mungkin tidak akan pernah bisa memahami skala penuh dari apa yang terjadi di sini," ujar Shamdasani, menyiratkan kemungkinan jumlah korban jiwa sebenarnya jauh lebih besar dari angka yang dilaporkan. Situasi ini menimbulkan keprihatinan internasional yang mendalam.
