Internationalmedia.co.id melaporkan, ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi berat, termasuk tarif 100 persen, jika Rusia tak segera mencapai kesepakatan damai di Ukraina, tampaknya tak berpengaruh pada Presiden Vladimir Putin. Informasi ini didapat dari laporan Reuters yang mengutip tiga sumber dekat Kremlin.
Ketiga sumber tersebut mengungkapkan bahwa Putin bertekad melanjutkan perang hingga Barat memenuhi tuntutan perdamaian Rusia. Putin percaya kekuatan ekonomi dan militer Rusia mampu menghadapi tekanan tambahan dari Barat. Ancaman Trump yang disampaikan pada Senin lalu, menyatakan frustrasi atas penolakan Putin untuk gencatan senjata dan sekaligus mengumumkan pengiriman senjata tambahan ke Ukraina, termasuk sistem rudal Patriot, tampaknya tak membuat Putin gentar.

Sumber-sumber tersebut menyebutkan Putin yakin Rusia mampu bertahan menghadapi kesulitan ekonomi, termasuk ancaman tarif AS terhadap negara-negara pembeli minyak Rusia. Meskipun telah terjadi beberapa kali percakapan telepon antara Putin dan Trump, serta kunjungan utusan khusus AS, Steve Witkoff, ke Moskow, Putin diyakini belum melihat adanya diskusi serius mengenai detail rencana perdamaian.
Persyaratan perdamaian yang diajukan Putin mencakup jaminan hukum agar NATO tidak berekspansi ke Eropa Timur, netralitas Ukraina dengan pembatasan angkatan bersenjatanya, perlindungan warga berbahasa Rusia di Ukraina, dan pengakuan atas wilayah yang telah direbut Rusia. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan negaranya tak akan pernah mengakui kedaulatan Rusia atas wilayah yang diduduki dan Kyiv berhak menentukan sendiri bergabung dengan NATO atau tidak.
Salah satu sumber yang memahami pemikiran Kremlin menekankan bahwa Putin menganggap tujuan Rusia jauh lebih penting daripada potensi kerugian ekonomi akibat tekanan Barat. Ancaman AS untuk mengenakan tarif pada China dan India karena membeli minyak Rusia pun tak membuatnya khawatir. Putin diyakini akan terus melanjutkan perang hingga mendapatkan apa yang diinginkannya.