Internationalmedia.co.id – Empat warga negara asing (WNA) yang berprofesi sebagai aktivis internasional, menjadi korban keganasan sekelompok pemukim Israel di Tepi Barat. Insiden brutal yang terjadi pada Minggu (30/11) itu, mengakibatkan para korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Menurut laporan AFP dan Al Arabiya, Senin (1/12/2025), salah seorang korban menuturkan bahwa mereka sedang beristirahat di area Duyuk, dekat Jericho, Tepi Barat, ketika serangan itu terjadi. Sekitar 10 pemukim bertopeng, beberapa di antaranya membawa senjata dan tongkat, tiba-tiba menyerbu tempat mereka menginap.

"Mereka menendang wajah, tulang rusuk, dan pinggul saya berkali-kali. Serangan itu berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit," ungkap korban yang enggan disebutkan namanya. "Setelah puas memukuli kami, mereka mencuri semua barang berharga kami, termasuk paspor, ponsel, dompet, dan kartu bank."
Kantor berita Palestina, WAFA, mengidentifikasi keempat WNA tersebut sebagai aktivis internasional. Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Pemerintah Jericho, Riyad Eid, menjelaskan bahwa para korban mengalami luka memar yang signifikan, bahkan salah satunya mengalami pemukulan di area sensitif.
Kementerian Luar Negeri Italia mengonfirmasi bahwa tiga relawan asal Italia menjadi korban dalam serangan tersebut. Mereka menyatakan bahwa para pemukim memasuki rumah relawan, menyerang mereka, dan mencuri barang-barang pribadi. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, telah berkomunikasi dengan Konsul Jenderal Italia di Yerusalem terkait insiden ini.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel terkait serangan brutal ini. Lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman Yahudi di Tepi Barat, wilayah yang diduduki sejak 1967, berdampingan dengan sekitar tiga juta warga Palestina.
