Internationalmedia.co.id – Paus Leo mengakhiri kunjungannya ke Lebanon dengan momen yang menyentuh hati dan membangkitkan harapan. Dimulai dengan doa hening di lokasi ledakan dahsyat pelabuhan Beirut, hingga memimpin misa akbar yang dihadiri ratusan ribu orang, kehadirannya menjadi oase di tengah luka dan ketidakpastian.
Di lokasi ledakan yang merenggut nyawa ratusan orang lima tahun lalu, Paus Leo menyalakan lilin dan berdoa di antara puing-puing yang masih berserakan. Ia menyapa keluarga korban, mendengarkan cerita mereka, dan memberikan berkat. Cecile Roukoz, seorang pengacara yang kehilangan saudaranya, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan Paus Leo, yang dianggap sebagai suara keadilan bagi rakyat Lebanon. Keadilan yang hingga kini belum mereka dapatkan, karena penyelidikan kasus ledakan terhambat.

Pagi harinya, lautan manusia telah memadati tepi pantai Beirut. Sekitar 120 ribu orang, bahkan ada yang datang dari Suriah dan Amerika Serikat, berkumpul untuk mengikuti misa yang dipimpin Paus Leo. Kedatangannya disambut sorak sorai gembira, memberikan secercah harapan di tengah bayang-bayang konflik yang masih menghantui Lebanon pasca perang dengan Israel tahun lalu.
"Ini pertanda harapan bagi Lebanon," ujar Elias Fadel (22), seorang jemaat yang hadir. "Saya bisa merasakan kedamaian hanya dengan melihat orang-orang dan betapa bahagianya mereka, dan saya bisa melihat harapan di mata mereka untuk masa depan Lebanon."
Kunjungan Paus Leo menjadi momen penting bagi Lebanon, sebuah negara yang tengah berjuang dengan berbagai krisis. Kehadirannya membawa pesan perdamaian, keadilan, dan harapan bagi masa depan yang lebih baik.
