Internationalmedia.co.id – Gelombang kekerasan kembali menerjang Tepi Barat, menelan dua nyawa warga Palestina dalam insiden terpisah pada Selasa (2/12/2025). Militer Israel mengklaim kedua pria tersebut terlibat dalam serangan yang sebelumnya melukai tiga warga Israel di wilayah pendudukan yang semakin bergejolak ini.
Menurut laporan Associated Press dan Al Arabiya, militer Israel mengakui telah menembak mati seorang pria yang dituduh menikam dua tentara Israel di dekat permukiman Yahudi Ateret. Layanan penyelamatan Israel, Mada, mengonfirmasi bahwa dua tentara mengalami luka ringan akibat insiden penikaman tersebut.

Di wilayah Tepi Barat selatan, insiden terpisah terjadi ketika seorang warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel. Militer mengklaim pria tersebut sebelumnya menabrak seorang tentara wanita Israel hingga terluka dan berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap di dekat Hebron, sehingga "membahayakan para tentara". Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban tewas sebagai seorang pemuda berusia 17 tahun asal Hebron.
Menanggapi kejadian ini, kelompok Hamas mengeluarkan pernyataan pada Senin (1/12) malam yang merayakan serangan penabrakan di dekat Hebron. Mereka menyebut serangan itu sebagai "respons yang sah dari rakyat kami" terhadap operasi Israel yang sedang berlangsung di Tepi Barat, meskipun tidak mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sejak konflik di Jalur Gaza memanas pada Oktober 2023, militer Israel telah meningkatkan aktivitasnya di Tepi Barat dengan dalih memberantas militan. Namun, otoritas Palestina menuding bahwa banyak korban jiwa yang berjatuhan adalah warga sipil tak bersalah, termasuk pelempar batu dan pengunjuk rasa.
Tepi Barat juga mengalami peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga sipil Palestina dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, bulan lalu, seorang pria Israel tewas dalam serangan penikaman dan penabrakan mobil di wilayah tersebut. Situasi yang semakin memanas ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
