Internationalmedia.co.id Pemimpin Hong Kong, John Lee, mengambil langkah tegas dengan membentuk komite independen untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran tragis yang merenggut nyawa puluhan orang di sebuah apartemen. Penyelidikan mendalam ini juga akan menyoroti dugaan kelalaian dalam pengawasan renovasi yang disinyalir menjadi faktor utama dalam bencana tersebut.
Kebakaran dahsyat yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court ini memicu gelombang penyelidikan. Kepolisian Hong Kong telah menahan sejumlah orang atas dugaan pembunuhan, sementara badan antikorupsi turut turun tangan menyelidiki indikasi korupsi yang mungkin berkontribusi pada tragedi ini.

Dugaan sementara mengarah pada penggunaan material renovasi yang tidak memenuhi standar keamanan, seperti jaring plastik dan busa insulasi, sebagai penyebab utama api merambat dengan cepat ke seluruh kompleks.
"Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, saya akan membentuk komite independen yang dipimpin oleh seorang hakim untuk menyelidiki penyebab dan penyebaran cepat kebakaran, serta isu-isu terkait," tegas Lee dalam konferensi pers.
Tim investigasi terus menyisir puing-puing bangunan untuk mencari korban yang masih hilang. Sementara itu, terungkap bahwa warga kompleks telah berulang kali menyampaikan kekhawatiran mereka terkait potensi bahaya kebakaran akibat renovasi yang sedang berlangsung. Ironisnya, Departemen Tenaga Kerja Hong Kong justru menilai risiko kebakaran di kompleks tersebut "relatif rendah".
Fokus penyelidikan kini tertuju pada penggunaan material yang tidak sesuai standar oleh kontraktor, serta dugaan adanya upaya untuk menyembunyikan material tersebut dari inspeksi. Alarm kebakaran yang tidak berfungsi dengan baik juga menjadi sorotan dalam investigasi ini.
