Internationalmedia.co.id – Kabar duka menyelimuti Amerika Serikat, khususnya Louisville, Kentucky, setelah sebuah pesawat kargo UPS mengalami kecelakaan tragis. Jumlah korban tewas akibat insiden ini terus bertambah, memicu kesedihan mendalam dan upaya pencarian yang intensif.
Pesawat McDonnell Douglas MD-11 yang dijadwalkan terbang menuju Hawaii jatuh pada hari Selasa (4/11) sekitar pukul 17.15 waktu setempat, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Louisville Muhammad Ali. Dampak dari kecelakaan itu sangat dahsyat, menyebabkan pesawat meledak dan terbakar hebat di area bisnis dekat bandara.

Gubernur Kentucky, Andy Beshear, menggambarkan tragedi ini sebagai peristiwa "memilukan" dan "tak terbayangkan". Melalui akun media sosial X, ia menyampaikan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai setidaknya sembilan orang, dan kemungkinan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Beshear juga mengungkapkan bahwa 16 keluarga telah melaporkan kehilangan orang-orang terkasih mereka akibat insiden ini.
Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan tanpa henti. UPS sendiri telah mengonfirmasi bahwa terdapat tiga awak di dalam pesawat nahas tersebut. Kecelakaan ini menjadi yang paling mematikan dalam sejarah perusahaan pengiriman paket global tersebut. Operasi penyortiran paket di fasilitas UPS di Louisville, yang merupakan pusat utama mereka (Worldport), telah dihentikan sementara.
Video yang beredar menunjukkan mesin kiri pesawat terbakar saat mencoba lepas landas. Juru bicara bandara, Jonathan Bevin, menyatakan bahwa pesawat kargo itu jatuh sekitar lima kilometer di selatan lapangan terbang setelah lepas landas.
Penyebab pasti kecelakaan ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Badan Penerbangan Federal dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional. UPS, yang melayani lebih dari 200 negara dengan hampir 2.000 penerbangan setiap hari, memiliki armada yang terdiri dari 516 pesawat, sebagian di antaranya disewa melalui sewa jangka pendek atau carter. Informasi ini dikutip dari internationalmedia.co.id.
