Internationalmedia.co.id – Setelah penantian panjang, Piramida Agung Giza dan Museum Agung Mesir resmi dibuka untuk umum, mengungkap rahasia dan artefak Firaun muda yang selama ini tersembunyi. Museum megah seluas 120 hektare ini, dua kali lipat luas Museum Louvre, menyimpan antara 70.000 hingga 100.000 artefak, termasuk harta karun dari makam Tutankhamun yang belum pernah dipamerkan sebelumnya.
Proyek ambisius yang digagas sejak 2002 ini sempat tertunda akibat berbagai kendala, mulai dari masalah pendanaan, gejolak politik, pandemi Covid-19, hingga konflik regional. Dengan biaya mencapai US$1,2 miliar, yang sebagian besar didanai oleh pinjaman dari Japan International Cooperation Agency, museum ini diharapkan menjadi "hadiah Mesir untuk dunia".

Perdana Menteri Mostafa Madbouly menyebut museum ini sebagai sarana untuk menonjolkan keunggulan budaya Mesir dan mendorong pemulihan ekonomi. Profesor Salima Ikram dari Universitas Kairo menambahkan bahwa Mesir Kuno selalu memancarkan daya tarik magis, bahkan bagi bangsa Yunani, Romawi, dan Fenisia. Museum ini diharapkan dapat menghubungkan kembali rakyat Mesir dengan warisan leluhur mereka dan membangkitkan kebanggaan nasional.
Dibuka untuk umum pada 1 November 2025, peresmian museum ini dihadiri oleh sekitar 60 pemimpin dunia, termasuk Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Raja Philippe dari Belgia. Hari pembukaan bahkan ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Sosok Raja Tutankhamun telah memikat dunia sejak penemuan makamnya oleh Howard Carter pada 1922. Kini, setelah berkeliling dunia selama beberapa dekade, topeng emas, takhta, dan lebih dari 5.000 harta karun yang menyertainya akan dipamerkan secara lengkap dan utuh untuk pertama kalinya. Profesor Ikram menyebut penyatuan seluruh koleksi makam Tutankhamun di satu lokasi sebagai pemandangan yang spektakuler.
Dr. Campbell Price, Kurator Mesir dan Sudan di Museum Manchester, yang telah mengunjungi museum ini, memprediksi bahwa galeri Tutankhamun akan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Selain harta karun Tutankhamun, museum ini juga menampilkan patung kolosal Ramses Agung berusia lebih dari 3.200 tahun dan Kapal Surya Raja Khufu, kapal upacara pemakaman berusia 4.600 tahun yang merupakan salah satu kapal tertua dan terawat paling baik di dunia.
Dr. Abdelghafar Wagdy, Direktur Jenderal Kepurbakalaan Luxor, meyakini bahwa museum ini adalah langkah penting dalam merebut kembali warisan Mesir. Sejak 2002, Ilmu Mesir Kuno di Mesir telah memasuki fase baru yang dinamis, dengan para ilmuwan dan konservator Mesir memimpin banyak proyek penggalian dan warisan berskala besar.
Meskipun museum ini dirancang untuk semua warga Mesir, biaya masuknya diperkirakan akan menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Harga tiket dewasa untuk warga Mesir adalah 200 pound Mesir (Rp70.000), jauh lebih murah dibandingkan 1.200 pound (Rp422.000) untuk turis asing. Namun, harga ini masih dianggap terlalu mahal bagi banyak keluarga lokal. Profesor Ikram berharap agar museum ini dapat diakses oleh semua orang, meskipun biaya masuknya terasa memberatkan bagi sebagian warga Mesir.
