Internationalmedia.co.id – Pasca gencatan senjata yang disepakati, ribuan warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel akan segera dibebaskan. Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh kepala negosiator Hamas, Khalil al-Hayya, yang mengklaim telah menerima jaminan berakhirnya perang dari para mediator dan pemerintah Amerika Serikat (AS).
Al-Hayya mengungkapkan bahwa sebanyak 250 warga Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup akan menjadi bagian dari gelombang pembebasan ini. Selain itu, 1.700 warga Palestina asal Gaza yang ditangkap sejak dimulainya konflik, serta seluruh perempuan dan anak-anak Palestina yang ditahan oleh Israel, juga akan merasakan kebebasan.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya telah mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani fase pertama perjanjian Gaza. Trump menyatakan kebanggaannya atas tercapainya kesepakatan ini, yang menurutnya akan membawa pembebasan tahanan dan penarikan pasukan Israel ke garis yang disepakati.
"Ini berarti semua tahanan akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati, sebagai langkah pertama menuju perdamaian yang kuat, langgeng, dan berkelanjutan," tegas Trump melalui akun media sosialnya. Ia juga menekankan bahwa semua pihak akan diperlakukan secara adil dalam proses ini.
Kesepakatan yang dicapai melalui perundingan intensif di Mesir ini mencakup penghentian perang, penarikan pasukan Israel dari Gaza, masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, serta pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel.
Hamas juga menyampaikan apresiasinya kepada para mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki atas upaya mereka dalam mewujudkan kesepakatan ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Presiden Trump atas perannya dalam mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama. Hamas mendesak Trump dan negara-negara Arab, Islam, dan internasional untuk memastikan Israel melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui.
