Internationalmedia.co.id – Pemerintah Rusia memberikan sinyal dukungan terhadap rencana perdamaian Gaza yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meskipun mengakui bahwa rencana tersebut masih bersifat umum. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyebutnya sebagai usulan terbaik yang "dipertimbangkan" saat ini untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.
Lavrov menyampaikan pandangannya dalam sebuah wawancara dengan Russia Today, yang sebagian dipublikasikan di situs web Kementerian Luar Negeri Rusia. Ia menyoroti bahwa rencana 20 poin yang diajukan Trump mengandung gagasan tentang "kenegaraan," namun masih dirancang secara umum.

"Dalam konteks ini, yang dipermasalahkan hanyalah apa yang akan tersisa dari Jalur Gaza. Tidak ada referensi ke Tepi Barat. Namun, kami realistis. Kami memahami bahwa ini adalah yang terbaik yang saat ini ‘dipertimbangkan," ujarnya.
Menurut Lavrov, rencana Trump memiliki potensi untuk diterima oleh negara-negara Arab dan tidak ditolak oleh Israel, yang ia gambarkan sebagai posisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dukungan Kremlin terhadap rencana ini telah dinyatakan sejak Trump mempresentasikannya minggu lalu, dengan harapan dapat segera diimplementasikan.
Rusia sendiri telah lama mengkritik operasi militer Israel di Gaza, terutama dalam dua tahun terakhir, seiring dengan semakin eratnya hubungan Moskow dengan Iran, yang merupakan musuh bebuyutan Israel. Moskow tetap berpegang pada keyakinan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah secara permanen.
Rencana Trump menyerukan keterlibatan badan internasional yang dipimpin oleh Trump sendiri, termasuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, dalam pemerintahan pascaperang Gaza. Negara-negara Arab yang mendukung rencana tersebut menekankan bahwa hal itu harus mengarah pada kemerdekaan negara Palestina, sebuah tujuan yang menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan pernah terwujud.
