Pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, yang menuduh PM Spanyol, Pedro Sanchez, melontarkan ancaman genosida terhadap Israel, memantik kontroversi besar. Internationalmedia.co.id melaporkan, tuduhan ini muncul setelah Spanyol mengumumkan sembilan langkah untuk menghentikan apa yang disebutnya "genosida di Gaza." Langkah-langkah tersebut mencakup embargo senjata, larangan impor dari wilayah pendudukan, dan larangan masuk bagi individu yang terlibat dalam konflik.
Perselisihan ini bermula pada awal pekan ini, ketika Sanchez mengumumkan langkah-langkah tegas tersebut. Netanyahu, melalui media sosial X, menanggapi pernyataan Sanchez yang menyebut Spanyol tak mampu menghentikan serangan Israel karena minimnya persenjataan. Netanyahu menyebut pernyataan itu sebagai "ancaman genosida nyata" terhadap Israel.

Menanggapi tuduhan tersebut, Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, mengatakan, "Saya pikir Netanyahu bukanlah orang yang berhak menguliahi siapa pun saat melakukan kekejaman yang dilakukannya di Gaza." Kementerian Luar Negeri Spanyol juga membantah keras tuduhan Netanyahu, menyebutnya sebagai "palsu dan fitnah." Mereka menegaskan bahwa rakyat Spanyol berteman baik dengan rakyat Israel dan Palestina.
Ketegangan antara kedua negara telah memburuk selama beberapa bulan terakhir. Sanchez, salah satu pengkritik paling vokal di Eropa terhadap perang di Gaza, bahkan menyebut konflik tersebut sebagai "genosida." Spanyol juga telah memberikan pengakuan resmi kepada negara Palestina pada Mei tahun lalu. Akibatnya, Israel tak memiliki duta besar di Madrid, sementara Spanyol menarik pulang duta besarnya dari Tel Aviv setelah Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menuduh Madrid melancarkan kampanye anti-Israel dan antisemitisme. Konflik ini semakin memperumit hubungan Spanyol-Israel yang telah lama tegang.
