Berita mengejutkan datang dari Amerika Serikat. Internationalmedia.co.id melaporkan penangkapan pelaku pembunuhan influencer pro-Trump, Charlie Kirk, yang tewas pada Rabu (10/9) lalu di Universitas Utah Valley. Presiden Donald Trump sendiri yang mengumumkan penangkapan tersebut dalam wawancara eksklusif dengan Fox News.
Trump mengungkapkan bahwa pelaku menyerahkan diri melalui perantara yang tak terduga: seorang pendeta. "Seseorang yang sangat dekat dengannya telah menyerahkannya," ujar Trump. Ia menambahkan bahwa pendeta tersebut, meski memiliki hubungan dengan penegak hukum, memutuskan untuk menyerahkan pelaku kepada seorang marshal AS. Pelaku kemudian dibawa ke markas besar kepolisian dan kini telah ditahan.

Sebelumnya, FBI telah memburu pelaku dengan gencar, bahkan menawarkan hadiah US$ 100.000 (sekitar Rp 1,6 miliar) untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya. Kirk, seorang aktivis sayap kanan dan pendukung Trump yang berusia 31 tahun, tewas ditembak saat menghadiri sebuah acara di kampus. FBI telah merilis foto-foto tersangka yang memperlihatkan seorang pria mengenakan topi, kacamata hitam, dan kaos bergambar bendera AS dan elang. Pihak berwenang juga memiliki rekaman video pelaku.
Penangkapan ini mengakhiri perburuan besar-besaran yang telah menyita perhatian publik Amerika. Keberhasilan penangkapan ini, yang diungkap langsung oleh Presiden Trump sendiri, kini menjadi sorotan utama media internasional. Detail lebih lanjut mengenai motif pembunuhan dan proses penangkapan masih terus diselidiki.
