Internationalmedia.co.id melaporkan, Kepolisian Australia menggelontorkan dana fantastis sebesar US$659.000 (sekitar Rp 10,8 miliar) sebagai imbalan bagi siapapun yang dapat membantu menangkap Desmond Freeman, seorang pria bersenjata yang telah buron selama 12 hari. Freeman merupakan tersangka pembunuhan dua polisi di negara bagian Victoria.
Insiden berdarah itu terjadi saat polisi hendak melakukan penggeledahan di kediaman Freeman. Akibatnya, Detektif Neal Thompson (59) dan Senior Polisi Vadim De Waart (35) tewas mengenaskan. Seorang polisi lainnya mengalami luka serius dan harus menjalani operasi.

Perburuan besar-besaran pun dilakukan terhadap Freeman yang disebut-sebut memiliki keahlian bertahan hidup di hutan lebat. Ratusan polisi telah menyisir kawasan hutan dekat Porepunkah, namun hingga kini Freeman masih belum ditemukan. Pihak kepolisian Victoria menyebut jumlah imbalan tersebut sebagai rekor tertinggi yang pernah mereka tawarkan untuk penangkapan seorang tersangka.
Inspektur Detektif Dean Thomas dari regu pembunuhan kepolisian Victoria menjelaskan, "Satu juta dolar Australia adalah jumlah uang yang bisa mengubah hidup seseorang. Besarnya hadiah ini menunjukkan keseriusan kasus ini dan tekad kami untuk menangkap Freeman secepat mungkin agar ia tak lagi membahayakan masyarakat."
Polisi sebelumnya sempat menduga ada pihak yang membantu Freeman, namun kini mereka menyatakan belum ada bukti yang mendukung dugaan tersebut. "Meskipun demikian, mengingat medan yang sulit dan kebutuhan akan berbagai perlengkapan, kemungkinan itu masih terbuka," ungkap kepolisian dalam pernyataan resminya. Kemungkinan lain yang dipertimbangkan adalah Freeman masih bersembunyi sendirian atau bahkan telah meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Penyelidikan masih terus berlanjut.
