Bencana gempa bumi dahsyat yang mengguncang Afghanistan timur akhir pekan lalu telah menimbulkan korban jiwa yang sangat memprihatinkan. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa angka korban tewas terus meningkat drastis. Berdasarkan data terbaru dari pemerintah Taliban, jumlah korban jiwa telah mencapai angka 2.205 orang, sementara 3.640 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban berasal dari Provinsi Kunar, daerah pegunungan yang berbatasan dengan Pakistan, yang menjadi pusat gempa berkekuatan magnitudo 6,0 pada Minggu malam.
Provinsi tetangga, Nangarhar dan Laghman, juga turut merasakan dampaknya dengan 12 korban jiwa dan ratusan lainnya mengalami cedera. Wakil juru bicara pemerintah, Hamdullah Fitrat, menyatakan bahwa ratusan jenazah telah ditemukan dari reruntuhan bangunan yang hancur. Ia menambahkan bahwa upaya penyelamatan masih terus berlangsung, meskipun akses ke daerah terdampak paling parah di Kunar sangat terbatas akibat longsoran batu dan jalan yang rusak parah karena gempa susulan. Kondisi geografis yang sulit dan infrastruktur yang lemah semakin menyulitkan proses evakuasi dan penyaluran bantuan.

Gempa bumi yang terjadi pada Minggu malam pukul 23.47 waktu setempat, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), berpusat sekitar 27 kilometer timur laut Jalalabad, dengan kedalaman hiposenter 8 kilometer. Angka korban diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berjalannya proses pencarian dan penyelamatan. Situasi ini menjadi sorotan dunia dan membutuhkan bantuan internasional secara mendesak.
