Internationalmedia.co.id melaporkan kecaman keras pemerintah Indonesia terhadap rencana Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang ingin mewujudkan visi "Israel Raya". Rencana ambisius ini melibatkan pencaplokan wilayah Palestina dan sejumlah negara Arab mayoritas muslim, sebuah langkah yang dinilai Indonesia sebagai penghalang besar perdamaian di Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui akun X (Twitter) menyatakan penolakan tegas terhadap visi Netanyahu. "Visi ‘Israel Raya’ ini jelas-jelas melanggar hukum internasional dan semakin menjauhkan prospek perdamaian di Palestina dan Timur Tengah," tegas Kemlu dalam pernyataannya. Indonesia menekankan bahwa perdamaian yang adil dan berkelanjutan hanya dapat terwujud dengan menghormati hak-hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan hidup berdampingan dengan Israel berdasarkan solusi dua negara, sesuai parameter internasional yang telah disepakati.

Kemlu juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menolak segala bentuk pendudukan permanen Israel di Palestina dan negara-negara Arab lainnya. Indonesia menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret guna menghentikan kebijakan Israel yang merusak perdamaian. Pernyataan Netanyahu sendiri, yang disampaikan dalam wawancara dengan i24 News, menyebutkan komitmennya yang kuat terhadap visi "Israel Raya", yang mencakup wilayah Palestina yang diduduki dan sebagian wilayah Mesir, Yordania, Suriah, dan Lebanon. Beberapa versi bahkan menyebutkan Arab Saudi turut masuk dalam rencana tersebut. Indonesia menilai rencana ini sebagai ancaman serius bagi stabilitas regional dan internasional.
