Internationalmedia.co.id melaporkan sebuah insiden menegangkan yang nyaris berujung bencana di langit Rusia. Dua pesawat maskapai China, Air China dan SF Airlines, hampir bertabrakan pada awal Juli lalu. Insiden ini terungkap melalui laporan dari berbagai sumber, termasuk The Independent dan South China Morning Post.
Pesawat Air China CA967, yang sedang dalam perjalanan dari Shanghai menuju Milan, secara tiba-tiba menaikkan ketinggian dari 34.100 kaki menjadi 36.000 kaki tanpa izin dari petugas kontrol lalu lintas udara (ATC) Rusia. Aksi ini menempatkan pesawat penumpang tersebut hanya berjarak sekitar 300 hingga 400 kaki dari pesawat kargo SF Airlines CSS128, sebuah Boeing 767 yang terbang dari Budapest menuju Ezhou. Padahal, protokol keselamatan internasional mensyaratkan jarak minimal 1.000 kaki antar pesawat di ketinggian jelajah.

Insiden yang terjadi di atas wilayah Tuva, Siberia, ini terekam oleh data pelacakan Flightradar24. Kenaikan ketinggian yang tak terduga tersebut tentu saja memicu alarm Traffic Collision Avoidance System (TCAS) di kedua pesawat, memaksa pilot untuk melakukan manuver evasi darurat.
Rekaman audio yang beredar di media sosial China memperlihatkan petugas ATC Rusia tengah menangani empat pesawat secara bersamaan, dan diduga memberikan instruksi yang kurang jelas. Keaslian rekaman ini masih perlu diverifikasi. Dalam rekaman tersebut, terdengar petugas ATC bertanya kepada pilot Air China mengenai izin kenaikan ketinggian. Pilot menjawab bahwa kenaikan tersebut dilakukan tanpa instruksi.
Hingga saat ini, Air China, SF Airlines, dan otoritas penerbangan sipil China belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Media Belgia, Aviation24.be, berspekulasi bahwa miskomunikasi perintah yang ditujukan untuk pesawat lain menjadi penyebab insiden ini. Namun, penjelasan lengkap dari pilot Air China masih belum terungkap karena tumpang tindihnya transmisi radio. Insiden ini menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dan kepatuhan terhadap protokol keselamatan penerbangan internasional.