Internationalmedia.co.id melaporkan tragedi memilukan di Provinsi Gilan, Iran. Sembilan warga sipil tewas akibat serangan yang diduga dilakukan Israel, tepat sebelum gencatan senjata antara Iran dan Israel diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Wakil Gubernur Provinsi Gilan mengonfirmasi jumlah korban tewas tersebut kepada kantor berita Tasnim, menyatakan serangan itu menghantam beberapa gedung permukiman.
Insiden ini terjadi di tengah pertukaran serangan udara antara kedua negara. Iran dilaporkan meluncurkan gelombang rudal kelima ke Israel menjelang waktu yang dijadwalkan untuk gencatan senjata. Serangan balasan Iran ini memicu sirene peringatan udara di wilayah utara Israel, dan militer Israel mengklaim telah mencegat beberapa rudal. Pihak berwenang Israel melaporkan sedikitnya empat warga sipil tewas dan dua lainnya terluka akibat serangan tersebut. Besarnya kerusakan di Israel masih belum diketahui pasti karena adanya sensor militer. Namun, angka resmi menyebutkan sedikitnya 50 dampak serangan dan 24 korban jiwa.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan lebih dari 400 warga negara mereka tewas akibat serangan Israel sejak perang dimulai pada 13 Juni. Pengumuman gencatan senjata oleh Trump pada 24 Juni lalu menimbulkan kebingungan karena ketidakjelasan waktu dimulainya penghentian serangan. Trump sendiri menyatakan gencatan senjata akan berlangsung bertahap selama 24 jam, dimulai pukul 04.00 GMT, dengan Iran menghentikan operasi militernya terlebih dahulu, baru kemudian diikuti Israel 12 jam setelahnya. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran dan Israel mengenai gencatan senjata tersebut. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen kedua belah pihak terhadap perdamaian.
