Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Serangan AS Picu Perang? Iran Murka!
Trending Indonesia

Serangan AS Picu Perang? Iran Murka!

GunawatiBy Gunawati23-06-2025 - 09.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Serangan AS Picu Perang? Iran Murka!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, serangan udara Amerika Serikat (AS) ke tiga fasilitas nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan telah memicu kemarahan Teheran. Serangan yang dilakukan Minggu (22/6) menggunakan pesawat pembom B-2 dan bom GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator (MOP) seberat 30.000 pon dengan daya ledak 6.000 pon itu disebut Iran sebagai awal dari "perang berbahaya".

Presiden AS Donald Trump, dalam pidato singkatnya, mengklaim serangan tersebut telah melumpuhkan fasilitas pengayaan nuklir Iran. Ia bahkan mengancam akan melancarkan serangan lebih lanjut jika Iran tak mau berdamai. "Akan ada perdamaian atau akan ada tragedi bagi Iran yang jauh lebih besar," ancam Trump. Pernyataan ini langsung disambut kecaman keras dari Iran.

Serangan AS Picu Perang? Iran Murka!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Iran membantah klaim AS mengenai kerusakan signifikan pada fasilitas nuklirnya. Kantor berita IRNA, mengutip pernyataan pejabat lembaga penyiaran Iran, menegaskan bahwa bahan radioaktif telah dikeluarkan sebelum pengeboman sehingga tidak ada ancaman radiasi.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui akun X-nya, mengecam keras serangan tersebut sebagai tindakan "melanggar hukum dan kriminal". Ia menegaskan hak Iran untuk mempertahankan kedaulatannya dan menyebut serangan AS sebagai "perang berbahaya". Pernyataan serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran melalui kantor berita Tasnim, yang menuduh AS telah mengkhianati proses diplomasi dan melanggar hukum internasional. Iran pun mendesak PBB dan IAEA untuk segera menangani insiden ini dan meminta Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat.

Araghchi, dalam pidatonya di Istanbul pada pertemuan puncak OKI, menyebut serangan AS sebagai tindakan tak termaafkan dan pelanggaran serius hukum internasional. Ia menilai Presiden Trump telah mengkhianati diplomasi dan bahkan pemilihnya sendiri. Araghchi menegaskan bahwa pintu diplomasi saat ini tertutup bagi Iran, mengingat negaranya tengah berada di bawah agresi. Ia menekankan bahwa program nuklir Iran bersifat damai dan menyerukan komunitas internasional untuk menghentikan ancaman AS. Araghchi juga menyatakan rakyat Iran bersatu dan siap melawan segala bentuk agresi.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Paus Leo XIV Kunjungi Masjid Agung Ucap Salam Damai

17-04-2026 - 10.45

Keputusan Trump Mengguncang Israel Menteri Marah Besar

17-04-2026 - 10.30

Mengejutkan Iran Serahkan Uranium

17-04-2026 - 10.15

Trump Bocorkan Kesepakatan Iran AS Sangat Dekat

17-04-2026 - 10.00

Gencatan Senjata Belum Genap Sejam Israel Langsung Tembak Lebanon

17-04-2026 - 07.45

Uranium Iran Jadi Kunci AS Tolak Tawaran Rusia

17-04-2026 - 07.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.