Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Presiden Baru Korsel: Uluran Tangan ke Korut?
Trending Indonesia

Presiden Baru Korsel: Uluran Tangan ke Korut?

GunawatiBy Gunawati05-06-2025 - 09.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Presiden Baru Korsel: Uluran Tangan ke Korut?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan pelantikan Lee Jae Myung sebagai Presiden Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (4/6). Pelantikan yang terkesan sederhana ini menandai awal kepemimpinan lima tahunnya tanpa masa transisi, menyusul kemenangannya dalam pemilihan presiden 3 Juni lalu. Dalam pidato pelantikannya, Lee menekankan komitmennya untuk melayani seluruh rakyat Korsel, terlepas dari pilihan politik mereka.

Namun, yang menarik perhatian adalah pernyataan Lee terkait hubungan dengan Korea Utara (Korut). Di tengah ketegangan yang meningkat, Lee menyatakan niatnya untuk membuka jalur komunikasi dan berupaya melakukan dialog serta kerja sama dengan Korut demi perdamaian abadi di Semenanjung Korea. Pernyataan ini cukup mengejutkan mengingat situasi geopolitik yang sensitif. Lee bahkan menyatakan, "Lebih baik menang tanpa berperang, daripada menang dalam peperangan, dan perdamaian tanpa perlu berperang adalah keamanan terbaik." Sikapnya yang pragmatis ini menunjukkan pendekatan berbeda dalam menangani hubungan antar Korea.

Presiden Baru Korsel: Uluran Tangan ke Korut?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selain fokus pada perdamaian di Semenanjung Korea, Lee juga menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi ekonomi Korsel dan mengejar diplomasi yang berorientasi pada kepentingan nasional. Ia berencana memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang, namun dengan pendekatan yang lebih seimbang. Pelantikan resmi Lee akan digelar pada 17 Juli mendatang bertepatan dengan Hari Konstitusi Korsel. Acara pelantikan kali ini terbilang minimalis, hanya dihadiri oleh pejabat pemerintahan dan anggota parlemen Korsel, tanpa kehadiran delegasi asing. Langkah-langkah Lee ini akan menjadi sorotan dunia, khususnya bagaimana ia akan menyeimbangkan upaya perdamaian dengan keamanan nasional.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Puluhan Anak Tewas Lebanon Membara

14-03-2026 - 23.00

Dunia di Ambang Ketegangan Pesawat Jatuh Rudal Meluncur

14-03-2026 - 21.00

Rudal Balistik Korut Gegerkan Lautan Tetangga Cemas

14-03-2026 - 18.30

Belasan Petugas Medis Jadi Korban Perang Lebanon

14-03-2026 - 18.15

Terungkap Serangan Iran di Saudi Pesawat AS Jadi Korban

14-03-2026 - 18.00

Baghdad Bergetar Kedutaan AS Diserang Misteri

14-03-2026 - 16.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.