Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Paus Baru Terpilih: Bayi Camar Jadi Pertanda?
Trending Indonesia

Paus Baru Terpilih: Bayi Camar Jadi Pertanda?

GunawatiBy Gunawati10-05-2025 - 07.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Paus Baru Terpilih: Bayi Camar Jadi Pertanda?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus baru Gereja Katolik dan Kepala Negara Vatikan dengan nama Leo XIV. Pengumuman ini disampaikan setelah asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistina, menandai berakhirnya konklaf yang melibatkan 133 kardinal. Paus Leo XIV, yang muncul di balkon Basilika Santo Petrus, menjadi Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat.

Pemilihan Paus Leo XIV terjadi pada hari kedua pemungutan suara, setelah dua kali pengumuman asap hitam yang menandakan belum adanya kesepakatan. Konklaf dimulai Rabu (7/5) sore dan berlangsung tertutup. Namun, sebuah peristiwa unik terjadi sebelum pengumuman resmi.

Paus Baru Terpilih: Bayi Camar Jadi Pertanda?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebuah fenomena menarik perhatian publik sebelum pengumuman Paus baru: kemunculan seekor bayi burung camar di atap Kapel Sistina. Kejadian ini, yang terekam oleh livestreaming Vatikan dan viral di media sosial, dianggap oleh banyak umat Katolik sebagai pertanda. Bayi camar tersebut, bersama induknya, terlihat beberapa saat sebelum asap putih muncul, memicu sorak sorai dari kerumunan di Lapangan Santo Petrus. Banyak yang menghubungkan kemunculan burung tersebut dengan pemilihan Paus Leo XIV, bahkan menyebutnya sebagai simbolisme surgawi.

Paus Leo XIV, seorang moderat yang dekat dengan mendiang Paus Fransiskus, memiliki latar belakang sebagai misionaris di Peru. Lahir di Chicago pada 1955 dari orang tua berdarah Spanyol dan Amerika, ia menjalani pendidikan di Seminari Menengah Agustinus dan Universitas Villanova. Setelah ditahbiskan sebagai pastor pada 1982, ia menghabiskan bertahun-tahun melayani di Peru sebelum kembali berkala ke AS. Ia mengungkapkan dalam wawancara dengan media Italia bahwa meskipun lahir di AS, kakek neneknya merupakan imigran dari Prancis dan Spanyol. Pengalaman hidup dan latar belakangnya yang beragam ini kini membawanya ke posisi tertinggi di Gereja Katolik.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Eropa Dalam Bidikan Iran

05-03-2026 - 07.45

Qatar Geger Pangkalan AS Diserang

05-03-2026 - 07.30

Spanyol Bantah Klaim Militer AS

05-03-2026 - 07.15

Trump Ungkap Nasib Tragis Calon Pemimpin Iran

05-03-2026 - 07.00

Samudra Hindia Membara Kapal Iran Tenggelam

05-03-2026 - 03.45

Iran Siap Balas Dendam Qatar Murka

05-03-2026 - 03.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.