internationalmedia.co.id – Ketegangan geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah kini mulai memicu kekhawatiran mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Konflik bersenjata yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi dari Yaman dilaporkan telah mencapai titik yang mengancam keselamatan para peziarah yang tengah menjalankan ibadah umrah di tanah suci.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang terjadi. Menurutnya, peperangan yang terus berlangsung antara kedua belah pihak tidak hanya berdampak pada stabilitas politik kawasan, tetapi juga secara langsung mengganggu kenyamanan dan keamanan jemaah umrah yang hendak beribadah di Masjidil Haram, Makkah, serta Masjid Nabawi, Madinah.

"Melihat perkembangan situasi di Timur Tengah saat ini, terutama mengenai konflik antara Houthi dan Saudi, kami sangat berharap dunia Islam dapat berperan aktif mengajak mereka untuk berdamai. Apa yang terjadi sekarang sudah sangat mengganggu jemaah umrah yang datang dari berbagai belahan dunia," ujar Anwar Abbas saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (31/10/2026).
Lebih lanjut, Anwar menekankan bahwa ancaman yang dihadapi jemaah bukan lagi sekadar gangguan suara ledakan, melainkan ancaman nyawa yang nyata. Penggunaan teknologi pesawat nirawak atau drone dalam peperangan ini telah menciptakan risiko tinggi bagi warga sipil dan jemaah yang sedang berada di wilayah suci.
Anwar Abbas mengimbau agar Arab Saudi dan kelompok Houthi dapat menekan ego masing-masing demi kepentingan kemanusiaan yang lebih besar. Ia mendesak kedua pihak untuk segera duduk bersama dan mencari solusi diplomasi yang mengedepankan persatuan umat. Mengutip kearifan lokal Minangkabau dan Melayu, ia mengingatkan bahwa dalam peperangan, tidak ada pihak yang benar-benar diuntungkan.
"Perang hanya akan membuat yang menang menjadi arang dan yang kalah menjadi abu. Dampak yang akan dihadapi sangatlah besar, maka dari itu kami menghimbau kedua belah pihak untuk segera berunding dan mencari kesepakatan agar peperangan ini bisa segera dihentikan," tegasnya.
Situasi di lapangan memang menunjukkan peningkatan risiko yang signifikan. Koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi melaporkan telah melakukan serangkaian pencegatan terhadap drone milik Houthi yang mencoba memasuki wilayah udara Madinah, kota suci kedua dalam Islam. Sebelumnya, militer Saudi juga mengklaim telah menghancurkan drone yang diarahkan ke langit Makkah.
Meskipun pihak Saudi menyatakan telah berhasil mengamankan wilayah dari serangan drone, kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman kerap membantah klaim tersebut. Konflik ini kembali memuncak setelah gencatan senjata yang sempat meredakan ketegangan selama beberapa tahun terakhir dinyatakan kolaps pada Juli lalu.
Ketidakpastian keamanan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah berbagai negara, termasuk Indonesia, mengingat jumlah jemaah umrah yang sangat besar setiap tahunnya. Jika konflik terus berlanjut tanpa adanya upaya diplomasi yang kuat, keselamatan jemaah di tanah suci akan terus berada di bawah bayang-bayang ancaman serangan udara.
