internationalmedia.co.id – Sebuah tragedi memilukan menyelimuti keluarga Dini Hardiyanti (30), seorang ibu asal Bogor, yang harus kehilangan nyawa bersama putra kecilnya, Arshaka Ghafa El Faezya atau yang akrab disapa Gafa (4). Keduanya ditemukan tewas mengenaskan di Madiun, Jawa Tengah, setelah menjadi korban tindakan keji dilakukan oleh Dwi Bagus, pria yang merupakan suami siri korban.
Kejadian ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga besar korban. Berdasarkan penuturan pihak keluarga, komunikasi terakhir dengan Dini terjadi pada tanggal 20 September lalu. Dalam panggilan telepon terakhir tersebut, Dini menyampaikan rencana manis untuk merayakan hari ulang tahun putranya, Gafa. Ia sempat berencana menginap di sebuah hotel sebelum merayakan momen spesial sang buah hati. Namun, setelah percakapan itu, Dini dan anaknya seolah hilang ditelan bumi.

Rika (42), kakak kandung dari almarhumah Dini, menceritakan betapa bingungnya pihak keluarga saat kehilangan kontak secara tiba-tiba. "Tanggal 20 itu komunikasi terakhir. Dia menelepon keluarga, bilang mau merayakan ulang tahun anaknya, lalu mau menginap di hotel. Setelah dari hotel, tidak ada kabar lagi, bahkan ke suaminya pun tidak ada komunikasi," ungkap Rika dengan nada getir saat ditemui di kediamannya di kawasan Puncak, Megamendung, Bogor.
Ketidakhadiran Dini dan Gafa yang tanpa kabar membuat keluarga besar merasa cemas. Mereka bahkan sempat menempuh jalur hukum dengan membuat laporan orang hilang. Ironisnya, pelaku pembunuhan, Dwi Bagus, justru ikut mendampingi adik kandung Dini, Mia, saat melapor ke pihak kepolisian.
Ketua RW setempat, Hudri, mengonfirmasi hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa Mia sempat berangkat ke Madiun untuk mencari keberadaan kakaknya karena tidak ada kabar sama sekali. "Suaminya (pelaku) itu ikut melapor bersama Mia ke Polres Madiun. Mia pergi ke Jawa untuk mencari kakaknya karena setelah tanggal 20 itu tidak ada kabar," jelas Hudri.
Keluarga kini hanya bisa menuntut keadilan setinggi-tingginya bagi pelaku. Mengingat korban adalah dua nyawa sekaligus, yakni seorang ibu dan anak kecil yang tidak berdosa, Rika mendesak agar pelaku dijatuhi hukuman yang paling berat. "Nyawa harus dibayar nyawa. Apalagi korbannya dua orang. Kami harap hukum seberat-beratnya, bahkan hukuman mati saja," tegas Rika dengan penuh emosi.
Diketahui, Dini dan Dwi Bagus telah menjalani pernikahan siri selama kurang lebih satu tahun. Pernikahan tersebut dilangsungkan di Kalimantan, bukan di Bogor. Dini sendiri merupakan seorang janda satu anak sebelum menikah dengan pelaku. Kini, keluarga hanya bisa pasrah setelah mendapat kabar duka bahwa pelaku telah ditangkap oleh pihak berwenang.
