Internationalmedia.co.id – News – Ratusan individu yang mengemban amanah sebagai wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat di seluruh wilayah Sulawesi Selatan belum lama ini mengukuhkan komitmen luar biasa. Di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam sebuah acara penguatan pengasuhan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, mereka secara serentak mengucapkan ikrar untuk bekerja dengan totalitas, penuh empati, dan yang terpenting, siap menerima konsekuensi pemberhentian jika terbukti melakukan pelanggaran serius.
Isi ikrar tersebut menegaskan kesiapan para wali asuh dan wali asrama untuk menjalankan tugas dengan disiplin tinggi, integritas penuh, dan rasa tanggung jawab. Lebih jauh, mereka menyatakan kesediaan untuk diberhentikan dari posisi mereka apabila terlibat dalam pelanggaran etika, khususnya yang berkaitan dengan perundungan, segala bentuk kekerasan (fisik maupun seksual), serta tindakan intoleransi. Pernyataan ini dibacakan dengan lantang, menunjukkan keseriusan komitmen mereka terhadap kesejahteraan siswa.

Dalam arahannya, Menteri Sosial Gus Ipul memberikan penekanan kuat pada dua pilar utama yang harus dipegang teguh oleh para pengasuh: disiplin dan tanggung jawab. "Ini yang saya titipkan, dua ini saja," ujarnya. Menurut Gus Ipul, kedua nilai ini merupakan kompas moral yang esensial dan harus menjadi teladan nyata bagi seluruh siswa-siswi Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menjelaskan, disiplin dalam konteks yang utuh berarti ketaatan penuh terhadap kode etik, aturan yang berlaku, serta senantiasa menghadirkan integritas dalam setiap tindakan. Sementara itu, tanggung jawab diartikan sebagai sikap tidak pernah melempar atau mengelak dari kewajiban. "Maka itu, saya minta kepada wali asrama, wali asuh, totalitaslah dalam bekerja, jangan setengah-setengah," tegasnya, menyerukan dedikasi penuh.
Menteri Sosial juga mengingatkan bahwa siswa-siswi yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat adalah anak-anak istimewa dengan latar belakang yang sangat beragam. Beberapa di antara mereka bahkan merupakan korban kekerasan, atau memiliki tantangan kesehatan fisik maupun mental yang memerlukan perhatian khusus. "Ini yang harus didampingi dengan baik oleh bapak-ibu sekalian, jangan sampai bapak-ibu sekalian malah justru melakukan tindakan-tindakan yang tidak semestinya," pesannya.
Oleh karena itu, Gus Ipul menekankan pentingnya setiap wali asuh dan wali asrama untuk bekerja tidak hanya dengan profesionalisme, tetapi juga dengan hati dan empati yang mendalam. "Maka itulah, bapak-ibu sekalian kerja di lingkungan Kementerian Sosial membutuhkan empati, harus bekerja dengan hati," pungkasnya, menggarisbawahi esensi pelayanan sosial.
