Operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Wilayah (Kanwil) ATR/BPN Jawa Timur akhirnya tuntas setelah berlangsung maraton nyaris 11 jam. Internationalmedia.co.id – News mengabarkan, rombongan penyidik terlihat meninggalkan lokasi di Jalan Gayung Kebonsari, Surabaya, dengan membawa sejumlah kardus dan koper yang memicu tanda tanya.
Dari balik pagar Kantor BPN, pantauan tim internationalmedia.co.id di lapangan menunjukkan belasan petugas penyidik KPK keluar bersamaan dari pintu utama gedung pada Kamis (24/9/2026) malam, sekitar pukul 20.57 WIB. Tanpa sepatah kata pun kepada awak media yang telah menanti, mereka bergegas menaiki lima unit kendaraan berwarna hitam yang telah bersiaga, kemudian beriringan meninggalkan area kantor menuju Jalan Ahmad Yani.

Aktivitas tim antirasuah ini sendiri telah berlangsung intens sejak pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB. Menariknya, sebelum rombongan besar penyidik keluar, sebuah mobil Honda Jazz berwarna abu-abu dengan nomor polisi W 1553 VT sempat terlihat masuk ke halaman. Seorang petugas berompi krem dan berjaket biru dongker tampak mengeluarkan sebuah tas jinjing berwarna hitam dari bagasi mobil tersebut, sebelum membawanya masuk kembali ke dalam gedung Kanwil BPN Jatim.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi pelaksanaan upaya paksa penggeledahan di kantor pertanahan tingkat wilayah tersebut. "Kemudian hari ini, Kamis (24/9/2026), penyidik kembali melakukan giat penggeledahan. Di mana penggeledahan hari ini dilakukan di Kanwil BPN Jawa Timur," terang Budi dalam keterangan tertulisnya, menegaskan keseriusan KPK dalam penanganan kasus ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kasus yang melatarbelakangi penggeledahan masif ini. Namun, dengan dibawanya sejumlah barang bukti, indikasi adanya temuan penting dalam operasi senyap KPK di Kanwil BPN Jatim semakin menguat.
