Setelah sempat menjadi misteri, keberadaan Muhammad Ikhsan (25), seorang barista asal Lhokseumawe, Aceh, di Arab Saudi akhirnya terkuak. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Ikhsan kini berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim/Tarhil) Tabuk, menyusul kebangkrutan perusahaan tempatnya bekerja yang membuatnya terdampar tanpa biaya pemulangan.
Kabar baik ini disampaikan oleh Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma. Ia menjelaskan bahwa kepastian keberadaan Ikhsan diperoleh setelah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah melakukan penelusuran intensif dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Wilayah Tabuk. "Alhamdulillah, kita telah menerima kabar langsung dari KJRI Jeddah bahwa M Ikhsan sudah ditemukan. Saat ini yang bersangkutan berada di Tarhil Tabuk," ujar Sudirman dari Banda Aceh, seperti dikutip internationalmedia.co.id pada Selasa (22/9/2026).

Menurut Haji Uma, hasil koordinasi dengan pihak terkait mengungkapkan bahwa Ikhsan ditempatkan di Tarhil Tabuk oleh pihak majikannya. Hal ini terjadi setelah perusahaan tempat Ikhsan bekerja mengalami kebangkrutan parah, sehingga tidak mampu lagi menanggung biaya pemulangan para pekerjanya ke negara asal masing-masing.
Ikhsan sendiri diketahui telah bekerja sebagai barista di Kota Tabuk sejak 16 Oktober 2024, dengan masa kontrak yang berakhir pada 10 Mei 2026. Titik balik hilangnya kontak terjadi pada 10 September 2026, ketika Ikhsan dibawa oleh manajernya ke kantor Jawazat atau Imigrasi Arab Saudi untuk mengurus proses kepulangannya ke Indonesia. Saat pemeriksaan itulah terungkap bahwa izin tinggalnya telah kedaluwarsa selama sekitar tiga bulan.
Sejak momen tersebut, Ikhsan tidak lagi dapat berkomunikasi dengan keluarganya di Lhokseumawe, yang kemudian melaporkan kehilangan kontak dan meminta bantuan untuk menelusuri keberadaannya. Merespons laporan ini, Haji Uma segera menyurati Kementerian Luar Negeri melalui surat resmi bernomor 145/10.2/B-1/DPDRI/IX/2026 tertanggal 21 September 2026, guna meminta bantuan penelusuran dan fasilitasi pemulangan Ikhsan.
Setelah keberadaannya dipastikan, Ikhsan kini direncanakan akan dipindahkan dari Tarhil Tabuk ke Tarhil Syumaisi, Makkah. Pemindahan ini merupakan bagian dari tahapan lebih lanjut yang harus dilalui sebelum akhirnya ia dapat dipulangkan kembali ke Tanah Air, Indonesia.
Haji Uma menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KJRI Jeddah, KBRI Riyadh, Satgas Wilayah Tabuk, serta Kementerian Luar Negeri RI atas respons cepat dan bantuan yang telah diberikan dalam menelusuri keberadaan Ikhsan. "Semoga proses pemindahan dan pemulangannya berjalan lancar. Kita akan terus berkoordinasi dan mengikuti perkembangannya sampai M Ikhsan kembali ke Aceh," pungkasnya, menunjukkan komitmen untuk terus mengawal kepulangan warganya.
