Bencana banjir bandang atau yang dikenal warga lokal sebagai ‘galodo’ menerjang kawasan Arosuka, Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memicu respons cepat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, personel Polri langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu pencarian korban, evakuasi, serta membersihkan material yang menghambat akses dan fasilitas umum.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. "Begitu bencana terjadi, Polri langsung bergerak untuk menyelamatkan dan melayani masyarakat. Prioritas kami adalah keselamatan warga, pencarian terhadap masyarakat yang masih dilaporkan hilang, evakuasi korban, serta pembersihan material yang menutup akses dan fasilitas masyarakat," ujar Brigjen Trunoyudo kepada internationalmedia.co.id pada Selasa (22/9). Ia menambahkan, tim gabungan Polri dan unsur terkait lainnya terus bekerja di lapangan untuk memastikan proses pencarian dan penyelamatan berjalan maksimal sejak Senin (21/9) malam.

Brigjen Trunoyudo juga menekankan bahwa kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada operasi pencarian dan evakuasi semata, melainkan juga memastikan pelayanan komprehensif bagi masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat. "Polri hadir bukan hanya untuk melakukan evakuasi, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan. Kami menyiapkan tempat pengungsian di Mapolres Solok, pelayanan kesehatan, dapur lapangan, dan trauma healing untuk membantu kebutuhan masyarakat selama masa darurat," jelasnya, menggambarkan upaya holistik yang dilakukan aparat.
Bencana galodo yang melanda Solok bermula pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore hari menyebabkan debit air di sejumlah aliran sungai, termasuk Sungai Batang Laso, meningkat drastis. Kondisi ini diperparah dengan longsoran bukit di sekitar hulu sungai, yang kemudian membawa material pasir, batu, lumpur, dan air bah menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka. Material banjir bahkan meluap hingga menutup badan Jalan Raya Solok-Padang di sekitar Kantor Bupati Solok.
Menyikapi situasi darurat, Satuan Brimob Polda Sumatera Barat segera melaksanakan apel pemberangkatan Tim SAR pada Senin (21/9) pukul 20.20 WIB, tak lama setelah bencana terjadi. Tim yang berkekuatan awal 2 SSK dari Mako Padang Sarai dan 1 peleton dari Mako Yon B Kota Padang Panjang ini langsung bergerak menuju lokasi bencana pada pukul 21.00 WIB. Penanganan di lapangan dipimpin langsung oleh Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, melibatkan personel gabungan dari Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Dit Samapta Polda Sumbar, Satbrimob Polda Sumbar, bersama dengan BPBD Provinsi Sumbar, BPBD Kabupaten/Kota Solok, serta Kodim 0309 Solok.
Untuk mendukung operasi penyelamatan, Polri mengerahkan berbagai perlengkapan SAR, meliputi 60 pelampung, 75 helm SAR, 40 cangkul, 40 sekop, 30 HT, 2 tali karmantel, 10 karabiner, 2 katrol, 5 body harness, 2 chain saw, dan 1 genset. Armada operasional juga dikerahkan, termasuk 2 kendaraan water treatment, 1 kendaraan SAR, 1 Randurlap, 5 bus, dan 2 truk. Guna mempercepat pembersihan material, 1 ekskavator, 1 wheel loader, dan 1 beko dozer turut dikerahkan ke lokasi.
Setibanya di lokasi, personel gabungan segera melakukan pencarian warga yang masih dilaporkan hilang dan pembersihan material. Data sementara menunjukkan empat korban luka, terdiri dari tiga luka ringan (Muslihat, 54; Anggiat Sirait, 66; dan Yurnalis, 45) dan satu luka berat, Muhammad Nur Zen (56), yang mengalami fraktur alat gerak bawah dan telah dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH), Kota Padang. Dua warga, Dafi Arahman (21) dan Agusra (59), masih dalam pencarian intensif oleh Tim SAR yang terus menyisir wilayah terdampak.
Selain korban jiwa, bencana ini juga berdampak signifikan pada infrastruktur. Sekitar 100 unit rumah masyarakat diperkirakan terdampak, dengan pendataan dan verifikasi masih berlangsung oleh BPBD Kabupaten Solok. Sejumlah kantor pemerintahan, seperti Dinas PUPR (tertimbun 30 cm), DPMN (20 cm), DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan BKPSDM, juga terendam material lumpur dengan ketebalan bervariasi antara 20-60 cm. Satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material dan belum dapat dilalui, sementara Masjid Kayu Aro juga tak luput dari dampak longsor. Puluhan kendaraan dinas dan pribadi juga dilaporkan terdampak.
Sebagai upaya pelayanan kepada masyarakat, Mapolres Solok disiapkan sebagai salah satu lokasi pengungsian, menampung sekitar 50 warga yang membutuhkan tempat aman. Lokasi pengungsian sementara lainnya juga tersedia di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok. Polri juga menyediakan posko pelayanan kesehatan, dapur lapangan, serta layanan trauma healing dan dukungan psikologis, khususnya bagi anak-anak terdampak.
Brigjen Trunoyudo menegaskan, penanganan bencana ini dilakukan secara terpadu, mengedepankan keselamatan masyarakat. "Kami ingin masyarakat terdampak merasa aman dan terlayani. Pencarian korban terus dilakukan, material dibersihkan, akses dibuka, sementara kebutuhan dasar dan kondisi psikologis masyarakat juga menjadi perhatian Polri. Penanganan akan terus dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait sampai masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan," pungkasnya, menunjukkan komitmen Polri dalam menghadapi musibah ini.
