Internationalmedia.co.id – News – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil membongkar sebuah laboratorium gelap rumahan yang memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Dalam operasi ini, seorang pria berinisial SW (27) diamankan, yang diduga kuat sebagai otak di balik produksi barang haram tersebut.
Pengungkapan ini terjadi baru-baru ini, bermula dari informasi berharga yang diterima pihak kepolisian dari masyarakat. Laporan tersebut menyoroti dugaan peredaran gelap dan penyalahgunaan tembakau sintetis di sebuah rumah kontrakan di wilayah Gambir. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Ditresnarkoba segera melakukan penyelidikan intensif.

Setelah serangkaian penyelidikan, petugas berhasil mengamankan SW di rumah kontrakannya. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah paket tembakau sintetis dengan total berat bruto mencapai 251,88 gram. Kompol Ardyan Yudo Setyantono, Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa selain narkotika siap edar, petugas juga menyita berbagai peralatan yang diduga kuat digunakan dalam proses pengolahan tembakau sintetis.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui bahwa tembakau sintetis yang diproduksinya akan diedarkan melalui platform media sosial. Lebih mengejutkan lagi, SW juga mengaku telah melakukan produksi sebanyak empat kali dalam kurun waktu setahun terakhir. Pengakuan ini menunjukkan skala operasi yang tidak main-main dan potensi dampak yang lebih luas jika tidak segera dihentikan.
Total barang bukti yang berhasil disita meliputi tujuh plastik klip berisi narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat keseluruhan 251,88 gram, serta alat-alat pendukung pengolahan narkoba. Saat ini, SW dan seluruh barang bukti telah diamankan di kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk proses pemeriksaan dan pengembangan kasus lebih lanjut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba demi menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat dari bahaya barang terlarang.
