Sebuah insiden kebakaran hebat mengguncang New Priok Container Terminal One (NPCT1) di Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin sore. Peristiwa yang melibatkan puluhan ISO tank container ini diwarnai rentetan ledakan dahsyat dan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke langit. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, api baru berhasil dipadamkan setelah upaya keras petugas.
Kobaran api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 15.44 WIB, memicu kepanikan di area pelabuhan. Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta segera merespons, memulai operasi pemadaman pada pukul 15.55 WIB. Lokasi kejadian, tepatnya di NPCT1, Jalan Terminal Kalibaru Raya Kavling B No 1, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, menjadi pusat perhatian.

Untuk menaklukkan amukan si jago merah, sebanyak 14 unit kendaraan pemadam kebakaran beserta 70 personel gabungan dari wilayah Jakarta Utara dikerahkan. Tim gabungan ini bekerja tanpa henti, didukung oleh otoritas pelabuhan dan Pemkot Jakarta Utara, hingga api dinyatakan sepenuhnya padam dan operasi penanganan selesai pada pukul 18.56 WIB.
Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Priok langsung bergerak cepat untuk mendalami penyebab insiden ini. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, pada Selasa (22/9/2026), mengungkapkan bahwa total 51 isotank dan satu unit kontainer DG hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Dugaan awal mengarah pada salah satu kontainer yang diduga berisi minyak mentah, material yang sangat mudah terbakar. Cuaca panas ekstrem juga diyakini menjadi faktor pemicu atau memperparah kondisi. Untuk mengungkap tabir di balik kebakaran ini, Polres Pelabuhan Tanjung Priok telah berkoordinasi dengan pihak Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. "Untuk detail lebih lanjut dalam proses lidik," ujar AKBP Alrasyidin Fajri.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP AA Ngurah Made Pandu Prabawa, menambahkan bahwa timnya telah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh akan dilakukan begitu area tersebut dipastikan aman dan dingin. "Kami sudah memasang garis polisi di lokasi tersebut dan ketika sudah dingin nantinya kami melakukan olah tempat kejadian perkara," jelas AKP Pandu.
Di tengah kengerian kobaran api dan ledakan, kabar baik datang dari pihak pengelola. Corporate Planning Manager NPCT1, Christine Margaretha Manasseh, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tragis ini. "Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut," tegas Christine.
Saat ini, proses pendinginan lokasi masih terus berlangsung, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali. "Pembaruan saat ini penanganan kebakaran sudah masuk tahap pendinginan yang dilakukan NPCT1 dengan pihak terkait," pungkas Christine, mengakhiri pernyataannya.