Pesan Tersembunyi Menteri Agus untuk Seluruh Jajaran
Internationalmedia.co.id – News – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto kembali menegaskan pentingnya kehadiran dan kontribusi nyata jajarannya bagi masyarakat. Penekanan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kemenimipas 2026 di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (21/9/2026), sebuah forum strategis yang menghimpun seluruh insan Imipas dari berbagai penjuru.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus tidak hanya menyoroti urgensi pembenahan internal, tetapi juga membangkitkan kesadaran akan peran vital Imipas dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan. "Harapan saya seluruh pegawai di jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, mereka melakukan kegiatan ketahanan pangan itu dari rumah dan memanfaatkan tentunya lahan-lahan idle (lahan tidur)," ujarnya di lokasi rakor. Ia menambahkan, "Walaupun kecil, mari kita berikan kontribusi. Karena kontribusi yang kecil dari semua akan menjadi besar."
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh para kepala kantor wilayah (Kakanwil), kepala unit pelaksana teknis (Ka UPT) baik yang bertugas di dalam maupun luar negeri, serta jajaran terkait lainnya. Pesan yang disampaikan Menteri Agus ini bukanlah hal baru. Ia secara konsisten menyuarakan seruan serupa dalam berbagai kesempatan, menunjukkan komitmennya terhadap filosofi pelayanan publik yang mendalam.
internationalmedia.co.id mencatat, sebelumnya, saat memimpin Panen Raya Serentak yang terpusat di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (15/1), Menteri Agus pernah mengingatkan, "Jangan cuma kelihatan melek ya. Karena banyak yang (kelihatannya) melek, tapi tidur. Ada yang (kelihatan) tidur, tapi melek." Ungkapan ini menjadi metafora tajam untuk membedakan antara kesadaran akan tugas dan tanggung jawab dengan sikap acuh tak acuh. Ia berharap setiap abdi negara menyadari betul peran dan tanggung jawab mereka. "Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Walaupun itu hal kecil, selama bisa memberikan solusi masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat," tegasnya kala itu.
Konsistensi pesan ini juga terlihat saat pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) Direktur Jenderal Imigrasi pada 1 April lalu. Saat itu, Menteri Agus secara lugas mengingatkan bahwa anggaran kementerian berasal dari uang rakyat. Oleh karena itu, setiap rupiah yang dibelanjakan Kementerian harus sepenuhnya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Anggaran yang membiayai seluruh kegiatan kita adalah uang rakyat. Jadi penggunaannya harus berorientasi untuk memberikan kontribusi bagi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat," imbuhnya.
Komitmen terhadap ‘kehadiran dan kontribusi ke masyarakat’ ini bahkan telah diwujudkan dalam 15 Program Aksi Kemenimipas 2026. Program-program ini tidak hanya fokus pada penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) imigrasi dan pemasyarakatan, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas dan langsung kepada publik.
Beberapa inisiatif kunci meliputi program kemandirian pangan melalui pengembangan pertanian, perikanan, dan peternakan di lapas-rutan, pemberdayaan warga binaan melalui program dapur sehat untuk mendukung gizi, serta pemasaran produk warga binaan melalui koperasi dan UMKM. Di sisi pelayanan sosial, terdapat pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat sekitar Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Untuk bidang keimigrasian, program aksi mencakup digitalisasi pelayanan untuk efisiensi, penyederhanaan regulasi visa guna mendukung iklim investasi, serta upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan manusia melalui Petugas Imigrasi Pembina Desa. Semua inisiatif ini menegaskan kembali visi Menteri Agus agar seluruh jajaran Imipas tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga memberikan dampak positif yang konkret dan berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.
