Internationalmedia.co.id – News – Provinsi Banten mencatatkan capaian impresif dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tingkat partisipasi masyarakat di wilayah ini telah menyentuh angka 70 persen, jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di kisaran 46 persen. Angka ini menandakan peningkatan kesadaran kesehatan yang signifikan di kalangan warga Banten.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program CKG telah mencapai 7,2 juta jiwa. "Kami telah menyiapkan fasilitas lengkap agar masyarakat dapat menjalani pemeriksaan hingga mendapatkan pengobatan secara gratis," ujar Gubernur Andra Soni pada Selasa (22/9/2026).

Andra Soni menambahkan, tingginya angka partisipasi ini bukan tanpa alasan. Ia menyebut, "Masyarakat Banten kini mulai sadar terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan, sehingga mereka sangat antusias memanfaatkan program kesehatan gratis dari Presiden." Hal ini memastikan seluruh lapisan masyarakat Banten dapat memanfaatkan program tersebut serta mendapatkan pelayanan prima dari pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menegaskan bahwa fokus program ini bukan semata-mata mengejar angka capaian. "Pesan arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur sangat jelas, yaitu capaian CKG bukan hanya sekadar target angka, tetapi bagaimana caranya kalau bisa lebih dari separuh penduduk mendapatkan akses layanan CKG," terang Ati.
Ati menjelaskan, pemeriksaan kesehatan sejak dini memiliki peran krusial. Deteksi awal memungkinkan penyakit ditemukan dan ditangani lebih cepat, sehingga upaya pencegahan menjadi lebih mudah dan ekonomis. Hasil pemeriksaan CKG di Banten banyak menemukan Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama hipertensi dan diabetes. Apabila tidak terkendali, kedua penyakit ini berpotensi memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung hingga gagal ginjal yang memerlukan layanan cuci darah.
Selain PTM, pemerintah juga gencar melakukan deteksi penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC). Banten ditargetkan menemukan sekitar 50.750 penderita TBC pada tahun ini. Hingga bulan September, penemuan kasus telah mencapai sekitar 66 persen dari target tersebut.
"Sekarang kita lakukan active case finding di mana-mana. Kami optimistis target penemuan TBC tahun ini bisa tercapai," pungkas Ati, menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
