Internationalmedia.co.id – News – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono akan mengemban tugas penting mewakili Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, yang dijadwalkan pekan depan. Kehadiran Menlu Sugiono ini akan berfokus pada High-Level Week United Nations General Assembly (UNGA), demikian diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkan.
"Bapak Sugiono akan mengikuti serangkaian pertemuan High-Level Week UNGA sesi ke-81 di New York, yang direncanakan berlangsung minggu depan," ujar Yvonne, seperti dikutip internationalmedia.co.id pada Jumat (18/9/2026). Ia menambahkan bahwa agenda utama pertemuan ini mengusung tema "Restoring trust, managing transformation: a United Nations that delivers for all".

Yvonne juga menyoroti enam isu prioritas yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Isu-isu tersebut meliputi upaya menjaga perdamaian dan keamanan global, akselerasi pembangunan berkelanjutan, penanganan aksi iklim dan pelestarian lingkungan, penegakan hak asasi manusia (HAM), pengembangan tata kelola digital dan kecerdasan buatan (AI), serta reformasi internal PBB.
Selama High-Level Week, Menlu Sugiono dijadwalkan untuk menghadiri sekitar 22 pertemuan dan agenda kegiatan. Ini termasuk Debat Umum (General Debate) dan berbagai sesi wajib lainnya. Pesan kunci yang akan disampaikan Indonesia dalam Debat Umum tersebut adalah urgensi penguatan ketahanan di tingkat nasional dan regional sebagai fondasi untuk mencapai ketahanan global yang lebih kokoh.
Partisipasi aktif Indonesia dalam rangkaian HLW ini juga akan menjadi platform untuk menyuarakan sejumlah pesan penting. Di antaranya adalah komitmen terhadap penguatan multilateralisme, prinsip inklusivitas, dedikasi pada perdamaian dunia – khususnya isu Palestina yang tak pernah luput dari perhatian, peran Indonesia sebagai "bridge builder", desakan untuk reformasi PBB, penguatan posisi Global South, serta berbagi capaian pembangunan nasional.
Selain itu, Menlu Sugiono juga diagendakan untuk menghadiri pertemuan-pertemuan tingkat tinggi lainnya, seperti forum MIKTA dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Tidak ketinggalan, serangkaian pertemuan bilateral dengan perwakilan negara-negara sahabat juga telah tersusun padat, mengindikasikan bahwa pekan di New York akan sangat sibuk bagi delegasi Indonesia.
