Internationalmedia.co.id – News – Kisah pilu Yustini, seorang nenek berusia 65 tahun yang berjuang keras menghadapi kerasnya hidup setelah kaki kanannya diamputasi akibat diabetes, kini mendapat secercah harapan. Perhatian hangat datang dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade yang secara langsung mendatangi kediamannya di kawasan Mato Aia, Padang Selatan, Kota Padang, baru-baru ini. Dalam kunjungan tersebut, Andre Rosiade menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta untuk meringankan beban Yustini dan keluarganya.
Yustini, yang sebelumnya berprofesi sebagai cleaning service di sebuah rumah sakit swasta di Padang, harus menelan pil pahit ketika penyakit diabetes yang dideritanya bertahun-tahun memaksa kaki kanannya diamputasi pada tahun 2009. Sejak saat itu, kemampuan Yustini untuk bekerja dan mencari nafkah menjadi sangat terbatas, membuat perjuangannya memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin berat. "Amputasi saya tahun 2009. Setelah itu saya sudah tidak bisa bekerja seperti dulu. Untuk kebutuhan sehari-hari keluarga, tentu sangat membutuhkan bantuan," ungkap Yustini dengan suara bergetar saat menerima kedatangan Andre.

Keterbatasan fisik ini membuat Yustini sangat bergantung pada bantuan keluarganya. Saat ini, tumpuan utama ekonomi keluarga berada di pundak menantunya yang berprofesi sebagai sopir, dengan penghasilan rata-rata sekitar Rp100 ribu per hari. Penghasilan tersebut harus dibagi untuk berbagai keperluan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan cucu. Tak jarang, Yustini terpaksa meminta uluran tangan dari anggota keluarga lain untuk sekadar menyambung hidup. "Alhamdulillah masih ada anak dan menantu yang membantu. Kalau tidak, tentu akan sangat berat," tuturnya.
Kedatangan Andre Rosiade yang didampingi Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Rachmad Wijaya, membawa kelegaan yang mendalam bagi Yustini. Air matanya tak terbendung saat bantuan tunai itu diserahkan, mencerminkan rasa syukur yang luar biasa atas kepedulian yang diterimanya. "Alhamdulillah. Terima kasih Pak Andre Rosiade. Semoga berkah dan sukses selalu," ucap Yustini penuh haru.
Andre Rosiade menyatakan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata kepeduliannya terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan, terutama mereka yang berjuang dengan keterbatasan fisik dan tantangan ekonomi. Ia menekankan bahwa kondisi seperti yang dialami Yustini membutuhkan perhatian serius, sebab keterbatasan fisik tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga secara langsung memengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga. "Kita berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban Ibu Yustini dan keluarga. Semoga bantuan ini dapat digunakan untuk kebutuhan yang memang diperlukan sehari-hari," jelas Andre.
Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu juga menegaskan komitmennya untuk selalu turun langsung menemui masyarakat. Baginya, melihat persoalan warga secara lebih dekat adalah cara terbaik untuk memahami kondisi riil, yang sering kali tidak terungkap sepenuhnya hanya melalui laporan atau informasi. "Kalau kita datang langsung, kita bisa melihat kondisi masyarakat dengan lebih jelas. Kita ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak merasa sendiri. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan bisa membantu keluarga," tambahnya, menegaskan pentingnya kehadiran langsung di tengah masyarakat.
Andre berharap bantuan Rp10 juta yang diserahkan kepada Yustini dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan mendesak keluarga. Ia juga menyuarakan harapannya agar semakin banyak pihak yang tergerak untuk menunjukkan kepedulian dan membantu masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit, sehingga tidak ada lagi warga yang merasa sendiri dalam menghadapi cobaan hidup. "Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban keluarga. Kita tentu berharap semakin banyak pihak yang peduli dan ikut membantu masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit," pungkasnya.
