Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah Kabupaten Nias bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara tengah bekerja keras memastikan akses vital penghubung Nias dan Nias Selatan tetap terbuka. Upaya ini menyusul longsor susulan yang kembali merusak jalan nasional di Desa Sindrondro, Kecamatan Bawolato, pada 25 Juli 2026. Meskipun penanganan darurat telah dilakukan, fokus utama kini beralih pada percepatan solusi permanen untuk titik kritis tersebut.
Ruas jalan di kilometer 47+800 ini bukan sekadar jalur biasa; ia merupakan urat nadi mobilitas masyarakat serta jalur distribusi utama kebutuhan pokok, termasuk pasokan bahan bakar minyak (BBM) esensial bagi Kabupaten Nias Selatan. Kerusakan yang terjadi mengancam kelancaran logistik dan aktivitas harian warga.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Sumatera Utara, Syamsul Rizal, menegaskan komitmen pemerintah untuk penanganan jangka panjang. Menurutnya, perbaikan permanen pada titik longsor tersebut telah diintegrasikan ke dalam paket preservasi jalan. "Kami berharap pada akhir September [2026] sudah mendapatkan penyedia jasa sehingga penanganan titik-titik kritis dapat segera dilakukan," ungkap Syamsul dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/8/2026), seraya menambahkan bahwa proses pengadaan kini berada pada tahap evaluasi penyedia jasa.
Sembari menanti realisasi perbaikan permanen, aksesibilitas jalur tetap dijaga dengan pengaturan ketat. Kendaraan yang melintas dibatasi maksimal 10 ton untuk menjaga stabilitas jalan yang terdampak. Khusus untuk distribusi BBM ke Nias Selatan, sebuah skema inovatif diterapkan melalui koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Nias dan PT Pertamina Patra Niaga. Mobil tangki berkapasitas 5.000 liter masih diizinkan melintasi lokasi secara langsung. Namun, untuk muatan yang lebih besar dari kendaraan berkapasitas 8.000 dan 16.000 liter, metode over pumping digunakan.
Melalui metode ini, BBM dipindahkan dari mobil tangki yang berada di sisi sebelum longsoran ke kendaraan lain yang telah menunggu di sisi seberangnya. Meskipun proses distribusi menjadi lebih lambat dibandingkan kondisi normal, langkah ini krusial untuk memastikan pasokan energi ke Nias Selatan tidak terputus.
Percepatan penanganan jalan ini juga mendapat pengawalan ketat dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Pengawalan ini bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BBPJN Sumatera Utara, dan Pertamina, demi menjaga akses serta pasokan kebutuhan masyarakat. Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, Koordinator Wilayah Sumatera Utara Posko Nasional Satgas PRR, menegaskan peran sentral Satgas dalam mendorong tahapan pengadaan dan pekerjaan permanen agar berjalan sesuai rencana. "Di sinilah tugas kami dari Satgas untuk melakukan akselerasi atau percepatan serta memastikan pekerjaan dilaksanakan dengan baik," pungkas Fadjar, menekankan pentingnya efektivitas dan kualitas dalam setiap tahapan penanganan.
