Internationalmedia.co.id – News – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, angkat bicara menanggapi pernyataan tegas Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Prabowo mewanti-wanti jajarannya di kabinet untuk mundur jika merasa tidak sanggup bekerja bahkan di tanggal merah. Doli Kurnia dengan tegas menyatakan bahwa dedikasi untuk negara tidak mengenal hari libur.
Berbicara kepada awak media pada Jumat (28/8), Doli menekankan bahwa pengabdian kepada negara, bangsa, dan rakyat Indonesia memerlukan totalitas penuh. Menurutnya, kemajuan hanya dapat dicapai melalui pengerahan seluruh daya, upaya, tenaga, dan waktu yang dimiliki. Ia juga menambahkan bahwa seorang pemimpin mengemban amanah besar dari rakyat, sehingga kepentingan publik harus selalu menjadi prioritas utama.

"Sebagai pemimpin dan wakil yang dipercaya oleh rakyat, tanggung jawab yang diemban jauh lebih besar dibandingkan warga negara biasa," ujar Doli. "Segala bentuk pengorbanan harus rela dilakukan demi menunaikan tugas-tugas kenegaraan."
Doli secara eksplisit menyatakan persetujuannya dengan pandangan Presiden Prabowo. "Mengurus Indonesia memang tidak boleh ada hari libur, apalagi hanya sekadar tanggal merah," tegasnya. Ia menambahkan bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi dan bentuk tanggung jawab bagi mereka yang memegang mandat dari rakyat. Terkait isu perombakan kabinet atau reshuffle, Doli menegaskan kembali bahwa itu sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo.
Pernyataan keras dari Presiden Prabowo ini sebelumnya disampaikan kepada jajaran Kabinet Merah Putih. Ia secara gamblang mengingatkan bahwa siapa pun yang merasa tidak mampu bekerja di hari libur, dipersilakan untuk mengundurkan diri. Pesan tersebut dilontarkan saat acara peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp di Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8), yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa kabinetnya akan terus bekerja tanpa mengenal hari libur. "Hari ini adalah hari penting, meskipun libur dan bertepatan dengan Maulid Nabi, kita tetap berjuang untuk rakyat. Di Kabinet Merah Putih, mungkin hampir tidak ada tanggal merah," ujar Prabowo. Ia menambahkan, "Itu adalah risiko pengabdian. Bagi yang tidak sanggup, silakan minggir, karena banyak pihak lain yang siap menggantikan."
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan berita ini dapat disimak melalui kanal Internationalmedia.co.id – News. (dwr/wnv)
