Internationalmedia.co.id – News – Ratusan hektare lahan persawahan di Kabupaten Pandeglang, Banten, kini menghadapi ancaman serius kekeringan. Data terbaru dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang mengungkapkan, total 808 hektare sawah di 17 kecamatan telah terdampak fenomena hidrometeorologi ini. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani setempat yang bergantung pada hasil panen.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Tanaman Hortikultura DPKP Kabupaten Pandeglang, Nuridawati, menjelaskan bahwa dampak kekeringan bervariasi. Dari total luasan tersebut, 738 hektare mengalami kekeringan ringan, 50 hektare terdampak sedang, dan 17 hektare menghadapi kekeringan berat. Yang paling memprihatinkan, 3 hektare lahan bahkan dinyatakan puso atau gagal panen total.

Meskipun demikian, Nuridawati optimis sebagian besar petani masih berpeluang untuk memanen hasilnya, meskipun dengan potensi penurunan produksi. Ia menambahkan, tanaman padi yang terdampak memiliki usia yang beragam, mulai dari 10 hingga 88 Hari Setelah Tanam (HST). Beberapa varietas unggulan yang ditanam di lahan tersebut antara lain Inpari 32, M70D, dan Ciherang.
DPKP Pandeglang menegaskan bahwa angka luasan lahan terdampak ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Petugas di lapangan terus aktif melakukan pendataan dan pemantauan kondisi cuaca serta ketersediaan air di lahan pertanian. Upaya mitigasi dan penanganan darurat terus disiapkan untuk menghadapi potensi dampak yang lebih luas.
