Internationalmedia.co.id – News – Ketua Dewan Kehormatan Motor Besar Indonesia (MBI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyerukan kepada seluruh komunitas otomotif di Indonesia untuk memperkuat soliditas dan persatuan bangsa. Pesan penting ini disampaikan Bamsoet pada Senin (10/8/2026), di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, saat ia menghadiri perayaan HUT ke-8 MBI di Jakarta pada Minggu (9/8).
Bamsoet menekankan bahwa komunitas otomotif memiliki posisi strategis. Anggotanya yang tersebar di berbagai daerah dan berasal dari beragam latar belakang menjadikan mereka kekuatan sosial yang signifikan. Kekuatan ini, menurutnya, dapat berperan aktif dalam menjaga suasana kondusif dan mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari ketahanan energi, keselamatan berlalu lintas, penggunaan kendaraan secara bijak, hingga penguatan ekonomi nasional.

"Komunitas otomotif harus menjadi rumah besar yang menyatukan, bukan ruang yang memecah belah," tegas Bamsoet, yang juga Ketua DPR RI ke-20. Ia mengajak para anggota komunitas untuk merawat semangat brotherhood dengan saling menghormati, saling membantu, dan menjaga persaudaraan lintas merek, klub, maupun daerah. Dalam kondisi dunia yang penuh tekanan seperti sekarang, persatuan menjadi modal sosial yang sangat penting agar masyarakat tetap tenang, produktif, dan tidak mudah terprovokasi.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menyoroti perubahan peta geopolitik dunia yang menuntut setiap negara untuk serius menjaga ketahanan nasional. Konflik dan ketegangan di berbagai kawasan, meskipun terjadi ribuan kilometer jauhnya, dapat dengan cepat berdampak pada harga energi, perdagangan, rantai pasok, nilai tukar, dan inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, menjaga stabilitas nasional adalah tanggung jawab bersama.
"Kita boleh berbeda pilihan, berbeda klub, berbeda merek kendaraan dan berbeda komunitas, tetapi ketika menyangkut kepentingan bangsa, kita harus berdiri dalam satu barisan," kata Bamsoet. Ia menambahkan bahwa tradisi brotherhood yang kuat di komunitas otomotif harus diperluas menjadi semangat persaudaraan kebangsaan.
Lebih lanjut, Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini mengingatkan pentingnya menjaga ketenteraman masyarakat dari konflik dan gesekan antarkelompok. Media sosial, yang sering kali memperbesar persoalan kecil, menjadi perhatian khusus. Komunitas otomotif diharapkan menjadi contoh dalam menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, serta menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi dan musyawarah.
"Jangan biarkan media sosial memecah persaudaraan yang sudah dibangun bertahun-tahun," ujarnya. Bamsoet mengajak agar setiap persoalan diselesaikan dengan kepala dingin, menghormati perbedaan pendapat, dan mengklarifikasi kesalahpahaman. "Kita boleh berbeda klub, berbeda kendaraan dan berbeda gaya, tetapi ketika berbicara tentang Indonesia, kita harus berdiri sebagai satu keluarga besar," pungkasnya.
Dukungan komunitas otomotif terhadap program pemerintah dapat diwujudkan melalui langkah-langkah konkret dalam kehidupan sehari-hari. Bamsoet mencontohkan efisiensi penggunaan kendaraan, seperti perawatan mesin secara berkala, menjaga tekanan ban, menghindari akselerasi dan pengereman berlebihan, mengurangi perjalanan yang tidak perlu, serta menerapkan eco-driving. Langkah-langkah sederhana ini, jika dilakukan secara masif, akan memberikan dampak ekonomi signifikan dan sangat relevan dengan agenda ketahanan energi nasional, mengingat sektor transportasi adalah salah satu konsumen energi terbesar.
"Penghematan energi harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Tidak perlu menunggu kebijakan besar untuk berbuat sesuatu," tutup Bamsoet. Kontribusi nyata dari jutaan orang secara bersamaan akan berdampak sangat besar terhadap konsumsi energi nasional.
