Pagi buta warga Bogor dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengidentifikasi pemicu fenomena alam ini: sebuah sesar aktif yang menunjukkan aktivitasnya di kedalaman dangkal.
Hartanto, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, dalam keterangannya kepada internationalmedia.co.id, menjelaskan bahwa analisis terhadap karakteristik episenter dan kedalaman hiposenter gempa ini secara gamblang mengindikasikan bahwa guncangan tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. "Ini adalah jenis gempa dangkal yang dipicu oleh pergerakan sesar," jelas Hartanto, merujuk pada data yang dirilis Jumat pagi.

Getaran gempa M 3,5 ini dilaporkan terasa di sejumlah wilayah. BMKG mencatat, warga di Pamijahan, Leuwiliang, Ciomas, Cigombong, hingga Cijeruk di Kabupaten Bogor merasakan guncangan. Tak hanya itu, daerah tetangga seperti Cianjur dan Sukabumi juga turut merasakan dampak getaran. Intensitas guncangan tercatat pada skala MMI II, yang berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Pasca-gempa utama yang terjadi sekitar pukul 03.42 WIB, BMKG juga mencatat adanya tiga gempa susulan yang terjadi hingga pukul 04.18 WIB. Gempa utama ini berpusat pada kedalaman yang sangat dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan tanah, dengan titik koordinat 6,75 derajat Lintang Selatan dan 106,72 derajat Bujur Timur.
Hingga berita ini diturunkan, internationalmedia.co.id belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun infrastruktur akibat guncangan gempa tersebut. BMKG juga mengonfirmasi bahwa tidak ada laporan kerusakan signifikan yang tercatat.
