Internationalmedia.co.id – News – Kasus penangkapan kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), di Indonesia karena dugaan penyelundupan narkoba kini memicu penyelidikan serius di dua negara. Selain Bareskrim Polri yang terus mendalami jaringannya, kepolisian Malaysia juga bergerak cepat mengusut insiden ini, termasuk mengidentifikasi petugas Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) yang mungkin terlibat.
Saufi tertangkap basah oleh petugas Bea Cukai di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Kecurigaan muncul saat pemeriksaan X-ray bagasinya, yang kemudian mengungkap adanya 70 ribu butir lebih ekstasi atau seberat 26 kilogram. Setelah penangkapan, Saufi diserahkan ke Bareskrim Polri untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan mendalam, terungkap fakta mengejutkan: Saufi positif mengonsumsi tiga jenis narkoba. Ia juga mengaku telah tiga kali menyelundupkan barang haram tersebut ke Indonesia, dua di antaranya ke Jakarta dan satu ke daerah lain. Untuk aksinya, Saufi dijanjikan upah fantastis sebesar 50 ribu Ringgit Malaysia, yang jika dirupiahkan bernilai sekitar Rp 219.400.825.
"Tersangka Saufi disuruh oleh seseorang untuk membawa ekstasi tersebut ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta, tersangka Saufi nanti akan diarahkan oleh seseorang (diduga berdomisili di Malaysia) bahwa akan ada orang yang akan mengambil ke hotel," jelas Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan, baru-baru ini.
Petugas juga menemukan barang bukti lain berupa satu botol kecil berisi urine ‘cadangan’. Urine tersebut diduga disiapkan Saufi untuk memalsukan hasil tes urine jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan mendadak di bandara. Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Awaludin Amin, menegaskan pihaknya sedang mendalami dugaan keterlibatan Saufi dalam jaringan narkotika yang lebih luas. "Kami mohon kami diberi waktu untuk melakukan penyidikan mendalam terkait dengan tersangka ini, karena pengakuannya sudah tiga kali membawa barang haram ini ke Indonesia," kata Kombes Awaludin Amin.
Respon Malaysia Airlines dan Penyelidikan Kepolisian Malaysia
Menanggapi insiden yang mencoreng nama baik maskapai, Malaysia Airlines menyatakan akan kooperatif sepenuhnya dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Maskapai tersebut menegaskan tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut.
Sementara itu, Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman, Hussein Omar Khan, mengonfirmasi bahwa kepolisian Malaysia juga memulai penyelidikan. Mereka akan memanggil staf Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) yang terlibat dalam pemeriksaan keamanan. "Kami akan segera memanggilnya untuk membantu penyelidikan, dan jika perlu, kami akan menangkapnya," ujar Hussein pada konferensi pers di markas polisi Selangor, baru-baru ini.
Hussein menjelaskan bahwa prosedur pemeriksaan keamanan di KLIA melibatkan empat tingkat. Pihaknya sedang menyelidiki bagaimana Saufi berhasil melewati pemeriksaan keamanan di KLIA sebelum meninggalkan Malaysia, serta mencari tahu sumber narkoba dan kemungkinan keterkaitan dengan sindikat internasional di Indonesia.
"Kami sedang menunggu izin dari kepolisian Indonesia. Ketika waktunya tepat, petugas kami akan pergi ke sana untuk mewawancarai tersangka," tambah Hussein, menegaskan kerja sama lintas negara dalam upaya membongkar jaringan narkoba yang melibatkan kopilot ini.
