Sebuah operasi penyelamatan yang melibatkan belasan personel gabungan berlangsung dramatis di Sragen. Isnani (39), seorang warga Sragen Tengah, harus dievakuasi dari kediamannya setelah mengalami sesak napas akut. Kondisi ini diperparah dengan bobot tubuhnya yang mencapai sekitar 300 kilogram, membuat proses evakuasi menjadi sangat menantang. Internationalmedia.co.id – News melaporkan insiden ini, menyoroti kesulitan yang dihadapi tim penyelamat.
Rizky Nugroho Jati, Staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen, menjelaskan kronologi evakuasi yang penuh tantangan tersebut. Laporan awal diterima dari PSC 119, menginformasikan adanya pasien yang memerlukan bantuan medis darurat. "Kondisi Ibu Isnani sesak napas, kesulitan bernapas. Sebelumnya memang pernah dirawat di RSUD dan sempat membaik, namun kali ini sesak napasnya kambuh lagi," ujar Rizky, seperti dikutip dari internationalmedia.co.id.

Bobot tubuh Isnani menjadi faktor krusial yang menyulitkan. Rizky mengungkapkan, "Berat badan dulu itu sekitar 250 kilogram, tapi itu sudah setengah tahun yang lalu. Informasi terkini menyebutkan bobotnya sudah mendekati 300 kilogram." Kendala utama di lapangan adalah akses menuju kamar pasien yang sangat sempit. Isnani berada di kamar paling belakang, dengan lebar pintu yang tidak sampai satu meter, sehingga tim penyelamat tidak dapat langsung membawa tandu ke dalam ruangan.
Proses evakuasi ini memerlukan koordinasi dan kekuatan ekstra. Sedikitnya 12 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari tim PMI, BPBD, Damkar, PSC 119, serta dibantu oleh warga sekitar yang turut bergotong royong. Dengan kerja sama yang solid, evakuasi dramatis ini berhasil diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu jam, memastikan Isnani segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
