Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, menyerukan perubahan fundamental dalam cara masyarakat memandang dan mengelola sampah. Ia menegaskan bahwa sampah bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan potensi sumber daya yang harus dioptimalkan. Hal ini disampaikan Hendropriyono dalam sebuah sosialisasi pengelolaan sampah di Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir Internationalmedia.co.id – News.
Menurut Hendropriyono, jika dikelola dengan benar, sampah dapat bertransformasi dari beban lingkungan menjadi aset bernilai yang mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas. "Paradigma kita sebagai warga harus bergeser. Sampah bukan lagi sekadar dibersihkan, tetapi harus dikelola. Apa yang dikelola dengan baik dapat berubah dari beban menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendropriyono secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang dinilainya tanggap dan proaktif. Jajaran KLH kerap turun langsung ke lapangan, sebuah langkah yang kontras dengan lambannya sebagian birokrasi daerah dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah. Padahal, payung hukum seperti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 dan Instruksi Gubernur DKI Nomor 5 Tahun 2026 telah diterbitkan, menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Ia bahkan mengungkapkan kebanggaannya terhadap kinerja Kepala Suku Dinas (Kasudin) Jakarta Utara yang responsif membantu masyarakat Jakarta Selatan dalam aspek teknis pemilahan sampah. Pujian serupa juga dilayangkan kepada Kasudin Jakarta Timur, Monang Sinaga, yang disebutnya selalu "menyingsingkan lengan baju" untuk bergotong royong bersama masyarakat, Camat Cipayung, Lurah Ceger, serta pengurus RW dan RT setempat.
Hendropriyono tidak segan melontarkan kritik keras bagi para birokrat yang dianggapnya "berpangku tangan dan bermalas-malasan" dalam menjalankan tugas. Ia bahkan menyarankan agar mereka mengundurkan diri. "Daripada kami curigai karena kesal Bantargebang ditutup sehingga tidak ada lagi pungutan liar dari sana," tegasnya, mengindikasikan adanya dugaan motif tersembunyi di balik kelambanan tersebut.
Di akhir pernyataannya, Hendropriyono menyampaikan terima kasih kepada Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, yang telah mengirimkan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, beserta jajaran deputi, direktur, dan kasubdit KLH untuk bersinergi langsung dengan rakyat dalam "perang semesta melawan sampah".
